Pesan PKS ke Partai Gelora: Jangan Cari Ikan di Satu Kolam, Bingung

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 16:57 WIB
PKS menggelar upacara peringatan HUT ke-71 RI di halaman kantor DPP, Rabu (17/8). Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri menjadi pembina upacara tersebut.
Salim Segaf Al-Jufri (Pool)
Jakarta -

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak menganggap partai-partai baru sebagai ancaman. Hanya, PKS ingin partai-partai baru seperti Partai Gelora tidak mencari ikan di kolam yang sama.

"Ya Partai Gelora kalau untuk PKS sih bukan ancaman ya. Bahkan ada Partai Ummat, Partai Gelora, partai-partai yang baru," kata Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-Jufri dalam wawancara bersama CNN Indonesia TV, seperti dilihat Selasa (25/1/2022).

Salim mengklaim PKS berprasangka positif kepada Partai Gelora dan partai baru lainnya. PKS, sebut dia, meyakini Gelora dan Partai Ummat misalnya, memiliki segmentasi suara sendiri-sendiri.

"Sekali lagi, untuk membangun negeri ini butuh kebersamaan, PKS selama hampir 20 tahun belum pernah hampir 2 digit, 8,9. Berarti masih ada 91 sekianlah. Artinya, partai-partai baru itu kan berusaha mencari suara," papar Salim.

"Saya yakin dan saya selalu berbaik sangka, partai-partai apapun, apakah itu Partai Gelora atau Partai Ummat, atau partai-partai yang lain, pasti mereka punya segmen sendiri yang sudah dipersiapkan, pasti ada kan. Dia mencari segmen tertentu," imbuhnya.

Namun ada satu keinginan dari PKS yang disampaikan Salim. PKS meminta agar tidak mencari suara di satu wadah yang sama.

"Yang tidak kita inginkan adalah, jangan dalam satu kolam semuanya cari ikan di situ. Ini ikannya juga bingung, siapa lagi yang mancing di sini," katanya. Salim sempat tertawa usai menyampaikan keinginan tersebut.

"Ya kita inginkan masing-masing mencari kolam sendiri, segmen sendiri," imbuhnya.

Salim pun menyadari semua partai terbuka dalam mencari suara. Mantan Menteri Sosial itu menyerukan agar saling berlomba-lomba dengan cara yang baik dan benar.

"Jadi PKS tidak melihat partai-partai yang baru itu sebagai ancaman. Fastabiqul khirot, saling berlomba-lomba," kata Salim.

(zak/gbr)