Polisi Ungkap Peran Pembakar Mobil Dinas Kepala Keamanan Lapas Pekanbaru

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 15:40 WIB
Mobil dinas petugas lapas di Pekanbaru dibakar OTK
Mobil Dinas Kepala Keamanan Lapas Pekanbaru dibakar. (Raja Adil Siregar/detikcom)
Pekanbaru -

Polisi menangkap delapan tersangka terkait pembakaran mobil dinas Kepala Keamanan Lapas Pekanbaru, Riau, Effendi Purba. Apa peran para tersangka?

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto menyebut kedelapan pelaku ditangkap tim gabungan jajaran Polda Riau dan Polresta Pekanbaru. Mereka ditangkap dalam kurun waktu singkat, Senin (24/1).

"Terkait pembakaran mobil dinas Kepala Keamanan Lapas Kelas II Pekanbaru ini sudah diungkap Polda Riau dan Polresta Pekanbaru. Telah ditangkap delapan pelaku dan barang bukti dan satu orang DPO," terang Sunarto di Mapolda, Selasa (25/1/2022).

Sunarto mengatakan delapan pelaku ditangkap setelah dilakukan olah TKP, cek rekaman CCTV, informasi dan mengarah kepada satu pelaku, Rendri alias Iren. Ia ditangkap di Jalan Parit Indah Pekanbaru.

"Dari RE (Rendri) berkembang ke pelaku lain. RE mengaku yang membakar adalah YR cs dan tim bergerak ke Pesisir Rumbai menangkap YR (Yudi Rahmana)," imbuh Sunarto.

Yudi mengaku mengajak pelaku lain untuk minta tunjukkan lokasi rumah korban. Yudi dalam tugasnya dapat upah Rp 200 ribu.

Motif Dendam HP Pernah Dirazia Korban

Hasil pengembangan, polisi menangkap pelaku lain di sejumlah lokasi. Para pelaku yang ditangkap diperintahkan oleh otak pelaku bernama Riko Silalahi.

"Hasil interogasi, motif RS adalah sakit hati terhadap korban karena pernah dirazia oleh korban kepada para napi dan HP RS disita dan tidak kembali," katanya.

Riko Silalahi Siapkan Uang Rp 80 Juta untuk Upah

Sunarto mengatakan Riko menyiapkan Rp 80 juta untuk membakar mobil dinas Effendi Purba. Uang Rp 80 juta diberikan secara bertahap.

"RS sebagai otak pelaku menyiapkan dana Rp 80 juta untuk operasional dan upah pembakaran mobil. Uang Rp 80 juta diberikan kepada FS (Ferli Saputra) Rp 5 juta untuk eksekusi dan dibayarkan secara bertahap," katanya.

Setelah pelaku ditangkap, terungkap Riko pernah membayar orang untuk melakukan teror di Lapas Gobah. Aksi teror itu dengan cara memecahkan kaca mobil yang parkir di area lapas tersebut.

"Tidak hanya satu kasus, RS juga pernah menyuruh dan memberi upah kepada Ferli untuk melakukan pecah kaca mobil di lapas kira-kira 6 November lalu," katanya.

Polisi mengatakan Riko adalah narapidana kasus narkoba. Riko divonis 10 tahun dan sudah menjalani 6 tahun di sel Lapas Kelas II Pekanbaru.

Terakhir, polisi memastikan 3 dari 8 pelaku yang ditangkap adalah pecatan TNI-Polri. Mereka dipecat karena terjerat kasus narkoba, yakni Febri Falata, Boyke, dan Tomu Tua Sitinjak.

"Ada 3 dari 8 pelaku adalah pecatan dari aparat, ada dari TNI dan Polri. Pecatan kasus narkoba, macam-macam," imbuh Sunarto.

Simak Video 'Terekam CCTV! Detik-detik Mobil Dinas Kepala Keamanan Lapas Pekanbaru Dibakar':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/dwia)