Pengeroyokan Maut Kakek di Jaktim, Polisi Ngaku Kewalahan Hadapi Massa

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 15:26 WIB
Polisi menyita sejumlah barang bukti terkait pengeroyokan kakek Wiyanto Halim (89) di Jaktim
Polisi menyita sejumlah barang bukti terkait pengeroyokan kakek Wiyanto Halim (89) di Jaktim (Mulia Budi/detikcom)

Psikologis massa juga tidak terbendung lagi. Massa seketika menghakimi korban hingga tewas.

"Karena situasi yang tidak terkendali dan juga massa yang banyak dengan situasi emosional yang tidak terkendali karena mereka terprovokasi. Ini terjadilah tindak pidana kekerasan ini. Tentunya yang sangat kita sayangkan adanya tindakan main hakim sendiri oleh massa, tentunya ini jadi pembelajaran bagi kita juga," paparnya.

Sudah Sesuai SOP

Zulpan mengatakan bahwa anggota di lapangan sudah sesuai SOP. Anggota berupaya menghentikan korban dengan memberikan peringatan terlebih dahulu.

"Semua langkah yang dilakukan anggota polisi yang di lapangan ini sudah sesuai dengan SOP untuk mencoba pertama menghentikan laju kendaraan dengan memberikan peringatan imbauan ya dengan alat suara yang ada di kendaraan mobil tersebut. Namun kita lihat dalam video viral tersebut kan bahwa pengendara tidak menghentikan kendaraannya," tuturnya.

Terkait tembakan jemblem, Zulpan mengatakan bahwa hal itu adalah upaya polisi dalam membubarkan massa.

"Kemudian terkait dengan pertanyaan itu (tembakan gas air mata), itu adalah langkah upaya daripada kepolisian untuk mencoba membubarkan massa ya. Namun ternyata masa yang sudah berjumlah banyak uni tidak mengindahkan ini saya sampaikan karena psikologis kalau masa sudah berkumpul ya apalagi ada provokasi ini sanagt berbahaya. Oleh sebab itu pelajaran terpenting yang bisa kita petik di sini adalah bahayanya provokasi," tutupnya.


(mea/fjp)