detikcom Do Your Magic

Anggota DPRD DKI Singgung 35% Wilayah Jakarta Krisis Air Bersih

Marteen Ronaldo - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 14:53 WIB
Aliran Air PAM dan pompa air di Kampung Kubur Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, 10 Januari 2021. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Aliran Air PAM dan pompa air di Kampung Kubur Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, 10 Januari 2021. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Jakarta -

Anggota DPRD DKI Jakarta menyinggung soal masih ada 35 persen wilayah Jakarta krisis air bersih. Padahal, air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat.

"Hal ini juga yang selalu menjadi kritik kami ke eksekutif, penetrasi air bersih masih mandek di angka 65 persen. Artinya masih ada 35 persen warga yang belum dapat akses air bersih. Padahal penyediaan air bersih ini ada di dalam RPJMD," kata Anggota DPRD Fraksi PDIP Komisi D, Yuke Yurike, saat dihubungi oleh detikcom, Selasa (25/1/2022).

Yuke mengaku memberikan perhatian terhadap masalah air di Kampung Kubur Baru, Jakarta Utara. PAM Jaya maupun Palyja harus secepatnya menyelesaikan masalah di situ.

"Sudah hampir dua minggu sejak kejadian ini muncul dan PAM Jaya melalui Palyja berjanji masalah ini akan beres dalam dua minggu," ujarnya.

"Namun apabila ternyata sudah mengalir tapi masih berbau juga, itu yang harus segera ditangani segera. Karena hak masyarakat untuk mendapatkan air bersih itu mutlak. Dari Fraksi juga sudah meminta anggota kami Dapil Jakarta Utara untuk memantaunya juga," ucap dia.

Seperti diketahui, air PAM di Kampung Kubur Baru dilaporkan bermasalah. Air tak hanya susah mengalir, tapi juga berbau.

Pada Senin (10/1), saat detikcom mendatangi lokasi, beberapa rumah warga memutuskan memilih membeli air dari gerobak pedagang. Tindakan itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Kini, Then Ket Liong (42), salah seorang warga di sana, mengatakan masalah air di kawasan rumahnya perlahan-lahan dapat teratasi.

"Sudah lancar sekarang, sudah tidak ada lagi kesulitan untuk mendapatkan air sekarang, bahkan kalau malam tidak perlu menunggu," katanya saat ditemui oleh detikcom.

Ia juga menerangkan, meski air sudah deras, air berbau masih dirasakan. "Kalau bau bangkainya masih ada ya kalau siang hari itu, tetapi kalau malam itu sudah agak lancar," terangnya.

(aik/aik)