RI-Singapura Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM di Kepri, Ini Detailnya

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 14:27 WIB
Jokowi dan PM Singapura
Jokowi dan PM Singapura (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Indonesia dan Singapura menyepakati kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Salah satu kerja sama yang disepakati adalah penguatan kapasitas SDM di Kepulauan Riau (Kepri).

"Kemudian yang ketiga kerja sama pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama di bidang SDM ini telah menjadi komitmen kedua negara sejak beberapa tahun yang lalu, untuk tahun 2022 akan dilakukan pelatihan SDM antara Singapura dan pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk penguatan kapasitas di bidang food industry, 4.0, dan supply chain," kata Jokowi dalam pernyataan pers yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (25/1/2022).

Jokowi mengatakan kerja sama ini bisa dikembangkan lebih lanjut di berbagai daerah untuk skala yang lebih luas. Jokowi menyambut baik rencana penandatangan MoU kerja sama bidang penguatan SDM.

"MoU ini akan memperkuat riset dan penguatan kelembagaan dan pertukaran mahasiswa dalam rangka memperkokoh konsep kampus merdeka di Indonesia," imbuh Jokowi.

Jokowi dan PM Lee Bahas Isu Kawasan

Dalam pertemuannya dengan PM Lee, Jokowi juga bertukar pandangan mengenai beberapa isu kawasan. Salah satunya tentang konsep kelembagaan ASEAN.

"Indonesia dan Singapura memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya memperkuat kesatuan, cara kerja, dan kelembagaan ASEAN agar ASEAN siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan," ujar Jokowi.

Hal lain yang dibahas Jokowi dan PM Lee adalah kondisi terkini di Myanmar. Jokowi menegaskan mengenai pentingnya lima konsensus ASEAN.

"Mengenai Myanmar kita sangat prihatin melihat perkembangan situasi di Myanmar. Indonesia dan Singapura memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya pelaksanaan five point consensus. Consensus ini merupakan keputusan ASEAN pada tingkat tinggi dan harus dihormati oleh semua," imbuh Jokowi.

"Kita juga sepakat bahwa keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar terus menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, bantuan kemanusiaan perlu terus didorong dan diberikan tanpa diskriminasi. Saya juga menyampaikan mengenai pentingnya penguatan kelembagaan ASEAN agar ASEAN lebih tangguh dan mampu merespons berbagai tantangan baru di masa mendatang," sambung Jokowi.

Simak juga 'Ini Syarat Travel Bubble dari Singapura ke Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/imk)