Arteria Dahlan: Tugas BNPT Pastikan Tak Ada Anak Bangsa Pikirannya Radikal

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 13:58 WIB
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan menyoroti kinerja Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) selama 2021. Arteria mengungkap tugas BNPT adalah memastikan anak bangsa tidak memiliki pikiran yang radikal.

Hal tersebut disampaikan Arteria Dahlan ketika menghadiri rapat kerja bersama Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar di ruang rapat Komisi III, gedung MPR/DPR, Selasa (25/1/2022). Arteria awalnya menyampaikan bahayanya terorisme sebagai kejahatan lintas negara yang terorganisasi dan berjaring luas.

"BNPT lahir atas keyakinan terorisme adalah kejahatan kemanusiaan yang bersifat lintas negara, terorganisasi dan berjaring luas. Mengancam perdamaian nasional dan internasional, ancamannya nyata sekaligus juga serius yang setiap saat membahayakan keamanan bangsa dan keamanan negara. Oleh karena itu, memerlukan penanganan secara terpusat terpadu dan terorganisasi," kata Arteria saat rapat.

Karena itulah, Arteria menyebut tugas BNPT menjadi sangat penting. Dia menyebut tugas BNPT adalah memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang memiliki pemikiran radikal.

"Saya ingin sampaikan begini, tugasnya BNPT adalah menginternalisasi values sehingga tidak ada satu pun anak bangsa yang pikirannya radikal. Untuk itu, harus gandeng tangan kementerian/lembaga," ucapnya.

Lebih lanjut Arteria menilai penanganan terorisme juga harus dilakukan secara terpusat dan terorganisasi. Dia juga meminta agar BNPT memberikan penjelasan secara jelas apa yang akan dilakukan agar anak bangsa tidak memiliki pemikiran yang radikal.

"Caranya bagaimana, sampaikan ke kita. Di rapat ini kalau boleh Bang Boy sampaikan ke kita, 'ini loh untuk sampai otaknya biar nggak radikal harus seperti ini, ongkosnya berapa'," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, BNPT selama 2021 telah menindak 364 terduga teroris. Sebanyak 332 orang di antaranya ditindaklanjuti oleh Densus 88 Antiteror Polri.

"Dalam hal ini telah bersama melakukan penindakan 364 orang, dengan perincian pemeriksaan dan penyidikan, yang lanjut ke penyidikan adalah 332 orang dilanjut oleh Densus, dilimpahkan ke penuntut umum sudah 3 orang, meninggal dunia 13 orang, dipulangkan 16 orang," ungkap Kepala BNPT Boy Rafli Amar, dalam rapat di Komisi III DPR hari ini.

(maa/zak)