Bareskrim Langsung Selidiki Kasus Edy Mulyadi soal 'Jin Buang Anak'

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 11:20 WIB
Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Dok. Polri)
Jakarta -

Edy Mulyadi, yang menyebut Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai 'tempat jin buang anak', juga dipolisikan ke Bareskrim Polri. Bareskrim langsung menyelidiki kasus ini.

"Ya laporan sudah diterima dan tim Siber langsung melakukan penyelidikan kasus tersebut," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dimintai konfirmasi, Selasa (25/1/2022).

Dedi mengatakan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim-lah yang menangani kasus dugaan ujaran kebencian oleh Edy Mulyadi. Saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman.

"Kasusnya saat ini ditangani oleh Dittipidsiber Bareskrim," ucapnya.

Sebelumnya, Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) melaporkan Edy Mulyadi ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut terkait ucapan Edy yang menyebut Kalimantan Timur sebagai 'tempat jin buang anak'.

Laporan PB SEMMI ini teregister dalam LP/B/0031/I/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 24 Januari 2022. PB SEMMI membawa barang bukti berupa flashdisk berisi video pernyataan Edy yang viral di berbagai media.

"Kami mendampingi Ketum PB SEMMI Bintang Wahyu Saputra telah laporkan Edy Mulyadi di Bareskrim Polri terkait pernyataannya di YouTube menyinggung Kalimantan Timur," ujar Direktur LBH PB SEMMI Gurun Arisastra dalam keterangannya, Selasa (25/1).

Gurun mengatakan pihaknya mengetahui Edy Mulyadi telah dilaporkan di beberapa wilayah. Namun PB SEMMI, sebut Gurun, tetap melapor karena menilai ucapan Edy berpotensi merusak persatuan.

"Kami tetap melaporkan walaupun sudah ada yang melaporkan, karena menurut kami pernyataannya sangat berpotensi merusak persatuan dan memecah belah bangsa," tuturnya.

Gurun menyebut ucapan Edy termasuk penyebaran hoax hingga ujaran kebencian. Dia menilai hal tersebut dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.

"Pernyataan Edy ini dapat mengarah ke ujaran kebencian, penghinaan karena merendahkan suatu wilayah dan berita hoax. Maka pertimbangan kita secara sosiologis, perbuatan Edy Mulyadi berpotensi dapat merusak persatuan atau memecah belah bangsa. Ini berbahaya," ujarnya.

Simak Video: 'Serangan Balik' untuk Edy Mulyadi yang Singgung Kalimantan-Prabowo

[Gambas:Video 20detik]



(drg/fjp)