Edy Mulyadi Juga Dilaporkan ke Bareskrim Polri soal 'Jin Buang Anak'

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 03:52 WIB
Wartawan Edy Mulyadi usai diperiksa di Bareskrim Polri.
Edy Mulyadi (Foto: Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jakarta -

Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) melaporkan Edy Mulyadi ke Bareskrim Polri kemarin. Laporan tersebut terkait ucapan Edy yang menyebut Kalimantan Timur sebagai 'Tempat Jin Buang Anak'.

Laporan PB SEMMI ini teregister dalam LP/B/0031/I/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 24 Januari 2022. PB SEMMI membawa barang bukti berupa flashdisk berisi video pernyataan Edy yang viral di berbagai media.

"Kami mendampingi Ketum PB SEMMI Bintang Wahyu Saputra telah laporkan Edy Mulyadi di Bareskrim Polri terkait pernyataannya di YouTube menyinggung Kalimantan Timur," ujar Direktur LBH PB SEMMI, Gurun Arisastra dalam keterangannya, Selasa (25/01/2022).

Gurun mengatakan pihaknya mengetahui Edy Mulyadi telah dilaporkan di beberapa wilayah. Namun, PB SEMMI, sebut Gurun, tetap melapor karena menilai ucapan Edy berpotensi merusak persatuan.

"Kami tetap melaporkan walaupun sudah ada yang melaporkan, karena menurut kami pernyataannya sangat berpotensi merusak persatuan dan memecah belah bangsa," tuturnya.

Gurun menyebut ucapan Edy termasuk dalam penyebaran hoax hingga ujaran kebencian. Dia menilai hal tersebut dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.

"Pernyataan Edy ini dapat mengarah ke ujaran kebencian, penghinaan karena merendahkan suatu wilayah dan berita hoax. Maka pertimbangan kita secara sosiologis, perbuatan Edy Mulyadi berpotensi dapat merusak persatuan atau memecah belah bangsa. Ini berbahaya," ujarnya.

Selain itu, Gurun menyayangkan ucapan tersebut dapat terlontar dari Edy Mulyadi yang seorang tokoh publik. Dia mengatakan ucapan-ucapan Edy dapat menganggu psikologis masyarakat.

"Seharusnya sebagai tokoh publik beliau membangun narasi yang cerdas, membangun kecerdasan bangsa bukan kebencian," kata Gurun.

"Itu sampai bilang tempat jin buang anak, terus menyebut-nyebut China, lalu disana penghuninya kuntilanak dan genderuwo, lalu juga Azam Khan mengatakan monyet. Ini sekali lagi kami sampaikan luar biasa berbahaya dampak psikologisnya bagi masyarakat," tulisnya.

Gurun mengatakan pihaknya menilai ucapan Edy bukan sebagai hal biasa yang sederhana. Kewajiban moral sebut Gurun turut menjadi alasan pihaknya melaporkan Edy ke Bareskrim Polri.

'Kami melihat ini kasus tidak sederhana, harus menjadi perhatian serius bagi kita semua dan kewajiban moral kami pula ikut melaporkan ini, karena keilmuannya walaupun sudah dilaporkan tetapi tidak menutup pihak lain untuk melaporkannya pula," ujarnya.

Gurun mengungkap sejumlah pasal yang dilaporkan PB SEMMI dalam tuntutannya terhadap Edy Mulyadi. Di antaranya pasal penyebaran berita bohong, tindak pidana penghinaan, hingga pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Atas tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) dalam pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP, Tindak Pidana Penghinaan/Ujaran Kebencian/Hatespeech (melalui media elektronik) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 a ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 tahun 2008 Tentang ITE," tulisnya.

"Tindak Pidana Kebencian atau Permusuhan Individu dan/atau antar golongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 KUHP UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang KUHP," sambungnya.

Seperti diketahui, sejumlah warga Kalimantan Timur (Kaltim) dengan berbagai latar kelompok turun ke jalan mempersoalkan ucapan Edy Mulyadi yang diduga melakukan penghinaan dengan menyebut 'tempat buang jin'. Mereka meminta Edy segera ditangkap dan dipenjarakan.

Pantauan detikcom, Senin (24/1/2022), peserta unjuk rasa menggelar aksi di tiga titik, yakni di DPRD Kaltim, kantor Gubernur, dan Polresta Samarinda. Ucapan Edy soal 'tempat buang jin' dinilai melukai hati masyarakat Kaltim.

"Kenapa kita unjuk rasa di sini, kami meminta dukungan moral kepada pihak eksekutif dan legislatif atas apa yang disampaikan Edy Mulyadi karena perkataannya benar-benar melukai dan mencederai hati masyarakat Kalimantan," ucap korlap aksi Fuad Assegaf kepada detikcom di Polresta Samarinda.

Simak Video ''Serangan Balik' untuk Edy Mulyadi yang Singgung Kalimantan-Prabowo':

[Gambas:Video 20detik]




(isa/isa)