Pemkab Serang Mulai Lakukan Pemberian Vaksinasi Booster

Atta Kharisma - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 22:13 WIB
Pemkab Serang Mulai Lakukan Vaksin Booster
Foto: Pemkab Serang
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang secara resmi memulai program vaksin ketiga atau booster. Pencanangan program ini dilakukan dengan memberikan vaksin booster kepada para pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pendopo Bupati Serang.

"Jajaran pemda dan Forkopimda memulai vaksinasi booster dan berjalan di pendopo. Sama halnya dengan vaksinasi dosis 1 dan 2, sosialisasi dan pelaksanaannya vaksinasi booster ini harus gencar. Kami bersama dengan TNI-Polri, melakukan pencapaian secepat mungkin," ujar Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dalam keterangan tertulis, Senin (24/1/2022).

Tatu menjelaskan vaksinasi booster dilakukan untuk masyarakat usia 18 tahun ke atas, dan sudah lewat 6 bulan setelah vaksinasi kedua. Ia pun menambahkan pelaksanaan dan ketersediaan vaksin booster akan dipantau oleh Kemenkes.

"Agar daya tahan tubuh atau imunitas masyarakat lebih bagus lagi. Lebih kuat lagi terhadap kemungkinan infeksi COVID-19. Dan untuk ketersediaan vaksin booster, Insyaallah aman, dan dipantau oleh Kemenkes. Jika kekurangan, segera dilaporkan," tuturnya.

Tatu mengatakan vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Serang sudah mencapai 72,15 persen. Namun, untuk dosis kedua baru mencapai 43,52 persen.

"Untuk vaksinasi dosis 2 Ini yang harus kita genjot terus. Pelayanan masih berlangsung di puskesmas untuk semua dosis. Vaksinasi untuk anak juga terus berjalan," ungkapnya.

Tatu, bersama dengan Wakil Bupati Pandji Tirtayasa, para kepala OPD, serta pimpinan Forkopimda Kabupaten Serang menjadi yang pertama mendapatkan dosis vaksin booster. Dirinya pun mengaku tidak merasakan sakit saat menerima vaksin tersebut.

"Tidak sakit, kata anak SD seperti digigit semut rangrang (semut merah)," candanya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Serang Agus Sukmayadi mengungkapkan selain pimpinan Forkopimda dan kepala OPD, vaksinasi booster juga dilakukan terhadap wartawan.

"Teman-teman media atau wartawan adalah masyarakat rentan yang berpotensi terpapar COVID-19, sehingga diperlukan juga vaksin booster," katanya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin booster agar mendatangi puskesmas terdekat. Dengan menunjukkan e-tiket vaksin pada aplikasi PeduliLindungi, atau mendatangi langsung pelayanan vaksin di sejumlah fasilitas kesehatan atau tempat vaksinasi.

"Bukti e-tiket vaksin akan memperlihatkan waktu vaksinasi kedua. Jadi jika di e-tiket belum menunjukkan rentang 6 bulan setelah vaksin kedua, maka belum bisa melakukan vaksin booster," pungkasnya.

(fhs/ega)