Waket MPR Sebut Konsistensi Jadi Tantangan Stakeholder Lindungi Rakyat

Erika Dyah - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 22:09 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengatakan saat ini merupakan kondisi yang sulit bagi masyarakat Indonesia. Mulai dari adanya ancaman tindak kekerasan seksual dan jumlah kasus positif COVID-19 yang meningkat akibat masuknya varian Omicron. Menurutnya kedua hal tersebut harus dihadapi bersamaan dengan dampak berbagai perubahan yang terjadi.

"Di tengah maraknya tindak kekerasan seksual dan meningkatnya kasus positif COVID-19 di Tanah Air dewasa ini, para pemangku kepentingan perlu memberi perhatian serius terhadap kelompok rentan yang terdampak sejumlah peristiwa saat ini," kata Lestari dalam keterangannya, Senin (24/1/2022)

Untuk itu, perempuan yang akrab disapa Rerie ini menekankan pentingnya mengawal komitmen para pemangku kepentingan. Menurutnya, konsistensi menjadi ujian bagi para pemangku kepentingan dalam mewujudkan komitmen untuk melindungi setiap warga negara saat ini.

Ia pun mengatakan realisasi sejumlah komitmen sangat dinantikan agar masyarakat dapat kepastian perlindungan dalam kesehariannya. Salah satunya, komitmen pimpinan DPR untuk mempercepat proses legislasi Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) yang harus terus dikawal untuk memastikannya.

Rerie menyebutkan, meski secara lisan pimpinan DPR mengatakan akan mempercepat, proses administrasi legislasi RUU TPKS masih terkesan dilakukan seperti biasa. Sehingga, tahapan pembahasan lanjutan bersama Pemerintah belum bisa segera dimulai.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini pun memandang konsistensi menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengendalian COVID-19 di Tanah Air. Menurutnya, jika masyarakat diimbau tidak bepergian ke luar negeri karena lonjakan kasus positif COVID-19 di sejumlah negara, seharusnya para pemangku kepentingan juga mencegah masuknya orang dari luar negeri ke tanah air. Misalnya, dengan memberlakukan larangan masuk bagi warga yang di negara asalnya terjadi ledakan kasus COVID-19.

Namun, akibat dari tantangan konsistensi ini menyebabkan yang tren peningkatan kasus positif COVID-19 di Tanah Air terus berlanjut. Terjadinya kematian akibat orang yang memiliki komorbid terpapar varian Omicron juga menjadi kabar kurang menggembirakan yang harus segera diatasi.

Oleh karena itu, Rerie menegaskan agar kelompok rentan terdampak COVID-19 dan tindak kekerasan seksual, seperti perempuan dan anak, kelompok minoritas, serta warga yang memiliki komorbid harus segera mendapatkan kepastian perlindungan.

Menurut Rerie, konsistensi para pemangku kepentingan merupakan hal yang sangat penting saat ini agar komitmen yang dicanangkan sejumlah pihak dapat dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan.

Masyarakat, tegas Rerie, memerlukan perlindungan yang segera dari berbagai dampak peristiwa yang terjadi dewasa ini. Kewajiban para pemangku kepentingan untuk melindungi setiap warga negara adalah komitmen yang mulia. Sehingga, ia berharap agar komitmen ini tak lagi tertunda, apalagi diabaikan karena kepentingan sesaat.

(akn/ega)