Jadi Pangkostrad, Mayjen Maruli Soroti Papua-Laut China Selatan

Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 21:59 WIB
Pangkostrad Mayjen Maruli Simanjuntak (Sui Suadnyana/detikcom)
Pangkostrad Mayjen Maruli Simanjuntak (Sui Suadnyana/detikcom)
Denpasar -

Mayjen Maruli Simanjuntak, yang ditunjuk menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), menyoroti sejumlah ancaman militer bagi Indonesia. Ia menyebut ada lima ancaman, dari Papua hingga Laut China Selatan.

"Kan Laut China Selatan jelas (ada ancaman). Terus kemarin juga ada penyampaian ada Ambalat. Itu memang banyak dari sektor laut. Mungkin yang darat ya Papua," kata Maruli saat bertemu wartawan di Denpasar, Senin (24/1/2022).

"Ada lima wilayah yang memang perlu diaktifkan, yaitu Ambalat, Laut China Selatan, Papua, Aceh, terus memang masih ada yang perlu diselesaikan," imbuh Maruli. Namun dirinya tak menyebut wilayah ke-5 yang turut menjadi ancaman.

Maruli menuturkan, terkhusus mengenai Papua, pembicaraan tersebut memang sudah lama ada, khususnya mengenai penugasan tentara di wilayah tersebut. Dia menyebut penugasan tentara di Papua sedang dievaluasi oleh Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

"Tentang penugasan yang sedang dievaluasi oleh Panglima TNI dan juga KASAD tentang di Papua. Jadi bagaimana sebenarnya teknis yang baik, itu mungkin yang kita coba diskusikan sehingga mendapatkan suatu SOP yang baik," kata dia.

Maruli menilai sebenarnya tidak ada hubungan antara jumlah tentara dan efektivitas. Baginya, tidak masalah tentara di wilayah Papua dalam jumlah banyak asalkan kinerjanya efektif. Bila tidak efektif, timbul peluang terjadinya pelanggaran.

"Dengan SOP yang baik, sebenarnya itu bisa jadi lebih banyak itu lebih baik. Tapi kalau banyak, (namun) tidak tahu apa yang harus dikerjakan mungkin dan lain sebagainya sehingga membuat itu peluang-peluang malah pelanggaran. Ini salah satu yang nanti akan kita saya akan lebih detail kan lagi setelah bekerja," ungkapnya.

Dukungan Alutsista

Di sisi lain, Maruli menegaskan bahwa tugas TNI sesuai perkembangan zaman, yakni untuk mempertahankan negara kesatuan. Karena itu, khususnya Kostrad, juga berencana mendapatkan alat utama sistem senjata (alutsista) dari Kementerian Pertahanan (Kemhan).

"Jadi kita tidak bisa juga mengindahkan tentang kemampuan alutsista untuk menghadapi musuh dari luar, itu juga banyak. Kemarin kami di Kemhan, itu (alutsista) sudah kita diskusikan juga. Mungkin ada beberapa yang didukungkan ke Kostrad," paparnya.

(jbr/jbr)