Disinggung DPR Saat Raker dengan Kapolri, Ini Kata Sentul City

Andi Saputra - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 21:28 WIB
Komisi III DPR rapat kerja bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Foto: Komisi III DPR rapat kerja bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Firda/detikcom)
Jakarta -

PT Sentul City Tbk (Sentul City) angkat suara soal Rapat Kerja DPR dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sebab, Sentul City disinggung Anggota Komisi III DPR terkait dugaan mafia tanah hingga status hukum kepemilikan.

Menurut Head of Corporate Communication PT Sentul City Tbk, David Rizar Nugroho, lahan atas aset-aset perusahaan diperoleh berdasarkan proses yang legal.

"Proses hingga terbitnya sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor melalui proses yang legal dan semua prosedur telah dilalui sesuai aturan hukum yang berlaku," kata David kepada detikcom, Senin (24/1/2022).

Menurut David, Sentul City mengantongi izin lokasi no. 460.2/149/IL-Prw/KPN/95 seluas kurang lebih 2.465 hektare. Sentul City telah memperoleh tanah dari PTPN XI berdasarkan surat-surat yang sah dan legal dari mulai perikatan untuk pengalihan hak hingga pelepasan hak sehingga Sentul City berdasarkan perizinan di atas layak diberikan hak oleh BPN Kabupaten Bogor.

Menurut David, Sentul City telah memiliki master plan dengan Nomor: 591.3/283/Kpts/MP/Per-UU/2011 tanggal 19 Desember 2011 Tentang Pengesahan Masterplan atas nama PT Sentul City Tbk yang telah disetujui oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

"Sehingga arah pembangunan kawasan tersebut terintegrasi dengan Rencana Tata Ruang Kabupaten Bogor sesuai dengan tahapan-tahapan pembangunan," ujarnya.

Soal Isu Korban Mafia Tanah

Terkait corporate action Sentul City, pihaknya telah menempuh beberapa tahapan di antaranya pendataan bangunan-bangunan yang ada di hamparan sertifikat tanah perusahaan yang masuk dalam izin lokasi, masterplan, dengan menggunakan sosialisasi surat pemberitahuan, somasi (peringatan) hingga penyelesaian dengan cara musyawarah.

David menjelaskan, dalam hal musyawarah misalnya Sentul City menawarkan solusi bagi pihak pembeli yang terlanjur mendapatkan tanah di Bojong Koneng tanpa hak, terutama tanah-tanah yang sudah dimanfaatkan oleh pihak tersebut sebagai tempat usaha. Bentuk kerja sama seperti pemanfaatan lahan dengan bagi hasil atau pun bentuk lain selama lahan tersebut belum dimanfaatkan oleh pemilik yang sah dalam hal ini Sentul City.

Sebagian besar dari para pihak ini telah menyadari kesalahannya dan mau menerima tawaran tersebut di atas. Namun, sebagian dari mereka yang mungkin merasa di belakangnya ada oknum-oknum yang mem-back up mereka melakukan perlawanan melalui jalur politik.

"Kami berharap kepada semua pihak yang terlibat dalam penyerobotan tanah, agar tidak membawa masalah ini ke ranah politik. Ini murni masalah pelanggaran hukum, jika tidak bisa menyelesaikan dengan cara bernegosiasi maka kami siap menempuh jalur hukum," ujar David.

Menurut David, dalam hal surat pemberitahuan atau somasi kami tidak dihiraukan, maka Sentul City akan tingkatkan eskalasi yaitu dengan membantu membersihkan lahan dengan cara land clearing sebagaimana dimaksud dalam tahapan-tahapan yang kami jelaskan dalam sosialisasi, bahkan juga melalui jalur hukum yang ada.

"Di Desa Bojong Koneng kami sudah menandatangani kerja sama untuk mengembangkan wilayah tersebut dalam rangka mewujudkan masterplan yang telah disetujui pemerintah," jelas David.

Terkait kedatangan sekelompok orang yang mengaku sebagai warga Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor ke Komisi III DPR RI pekan lalu, David mengaku bingung karena Sentul City tidak pernah punya masalah dengan warga asli yang ber-KTP Desa Bojong Koneng.

Dia mengatakan terhadap warga asli yang sudah tinggal lama di perkampungan puluhan tahun, sudah ada datanya, Sentul City tidak serta merta menggusur mereka. Dia mengatakan Sentul City malah menyiapkan kampung hijau atau Green Village untuk membantu mereka.

Lihat juga video 'Warga Bojong Koneng Duga Sentul City Lakukan Maladministrasi SHGB Tanah':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.