Polisi Sebut Pemalakan Modus Jual Air Mineral di Priok Tak Terorganisasi

Wildan Noviansah - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 20:13 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi garis polisi. (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Aksi pemalakan modus transaksi pembelian air mineral terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Polisi menyebut tindak pidana tersebut tidak terorganisasi.

"Hasil pemeriksaan sementara yang bersangkutan tidak terorganisasi," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sang Ngurah Wiratama saat dikonfirmasi, Senin (24/1/2022).

Sebagai informasi, aksi pemalakan modus transaksi pembelian air mineral terjadi pada Jumat (21/1) sekitar pukul 08.00 WIB. Pelaku DW, yang merupakan penjual air mineral, memukul korban karena tidak mau membeli air mineral yang ditawarkan.

Wiratama mengatakan aksi pemukulan pelaku berawal saat pelaku menawari air mineral miliknya kepada para sopir truk. Pelaku DW menjual air mineralnya itu dengan harga yang lebih tinggi dari harga normal.

Harga air mineral yang dijual oleh DW seharga Rp 7.500. Padahal, harga normalnya Rp 5.000. Tiap sopir truk yang menolak membeli air mineral miliknya dengan harga yang telah ditentukannya itu kemudian bakal dipukul oleh pelaku.

"DW menjual air mineralnya dengan melakukan pemaksaan kepada para sopir truk untuk membeli. Apabila para sopir truk tidak membeli, DW akan memaki-maki sampai memukuli mereka," jelas Wiratama.

Saat kejadian, tersangka DW memukul sopir tepat di bagian muka. Wiratama mengatakan sopir truk sempat terjatuh dan tak tidak sadarkan diri.

"DW memukul sopir (korban) dari belakang dengan menggunakan tangan kanan yang mengepal dan pukulannya mengenai mata kanan sopir dan hidung serta pipi dan akibat dari pemukulan tersebut sopir (korban) langsung terjatuh dan sempat hilang kesadaran karena pandangan gelap," kata dia.

Selain itu, imbas penganiayaan tersebut, sopir mengalami luka di bagian muka hingga berdarah.

"Dari pipi kanan samping hidung mengeluarkan darah dan bengkak di kelopak mata kanan yang selanjutnya," tambahnya.

Wiratama mengatakan tersangka DW berusaha mencoba kembali memukul, tapi ditahan korban. Tak lama setelah itu, masyarakat yang ada di sekitar lokasi melerai mereka.

Pelaku DW saat ini telah ditangkap ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Dia ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan pelanggaran di Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

"Pelaku terancam penjara dua tahun delapan bulan," pungkas Wiratama.

(isa/isa)