Oknum Polisi di Dompu NTB Diduga Peras Keluarga Tersangka Dinonaktifkan!

Faruk Nickyrawi - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 19:13 WIB
Kapolres Dompu, AKBP Iwan Hidayat
Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat (Faruk/detikcom)
Dompu -

Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat mengambil langkah tegas dalam menyikapi persoalan dugaan pemerasan anggotanya terhadap beberapa keluarga tersangka. Oknum polisi tersebut kini telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai penyidik di Satreskrim Polres Dompu.

"Oknum itu sudah diproses dan sudah saya nonaktifkan dari jabatannya. Sudah dilakukan pemeriksaan dibantu Paminal Polda NTB (Nusa Tenggara Barat)," kata AKBP Iwan kepada wartawan, Senin (24/1/2022).

Iwan menegaskan tindakan yang diambil untuk oknum yang diduga meminta uang hingga puluhan juta rupiah ke keluarga tersangka yang terjerat kasus merupakan bentuk komitmen dalam mewujudkan Polri yang persisi. Khususnya di Polres Dompu.

"Masukan dan kritikan dari masyarakat sangat diharapkan dalam mewujudkan Polres Dompu yang lebih dicintai masyarakat," ucapnya.

Dia menyebut, dalam rangka mencegah praktik suap-menyuap dalam penanganan kasus, pihaknya telah menekankan kepada seluruh jajarannya agar ditangani dengan baik. Hal itu perlu dilakukan agar dapat meningkatkan prestasi, menegakkan supremasi hukum yang berkeadilan.

"Hal itu juga akan meminimalisir kasus-kasus pemanahan akibat persaingan antargeng yang marak saat ini. Lewat program-program yang nyata akan mewujudkan Polri yang persisi," ujarnya.

Lebih jauh, Iwan menjelaskan dalam rangka melakukan pengawasan terhadap kinerja jajarannya, selain adanya pengawasan internal, juga dibutuhkan adanya pengawasan eksternal dari elemen masyarakat untuk memastikan bahwa Polri bekerja sesuai dengan aturan dan di jalur yang benar.

"Untuk kasus pemblokiran jalan dan kasus pemanahan dan masalah sosial lainnya, kami sudah berkomitmen untuk memajukan Dompu yang lebih maju sesuai visi-misi daerah. Kita akan menegakkan supremasi hukum setegak-tegaknya dan seadil-adilnya," tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, oknum polisi jajaran Polres Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga memeras keluarga tersangka dengan memintai sejumlah uang yang nilainya Rp 7-30 juta. Diketahui, tindakan tersebut agar tersangka yang tersangkut kasus bisa dibebaskan.

Dugaan perbuatan oknum penyidik itu dibongkar keluarga tersangka kasus perkelahian, Baharudin alias Tigor (45) warga Desa Bakajaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, saat ditemui wartawan pada Jumat (14/1) sore setelah video aksi blokade jalannya yang mengungkap tindakan oknum yang meminta uang viral di media sosial.

(fas/fas)