Walkot Makassar Bakal Potong TPP ASN Gegara Data Palsu Vaksinasi Lansia

Ibnu Munsir - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 18:00 WIB
YOGYAKARTA, INDONESIA - JANUARY 13: A health worker prepares a dose of the AstraZeneca COVID-19 booster vaccine during the booster vaccination program on January 13, 2022 in Yogyakarta, Indonesia. While Southeast Asias vaccination programs have gathered pace, many countries in the region are yet to hit the high vaccination rates seen in developed nations. The emergence of Omicron in the region is adding to the urgency in countries like Indonesia, which has only fully vaccinated about 42 percent of its population as of last week, according to publicly available vaccination data. Some places in the region, such as Indonesia and Thailand, have rolled out a booster program alongside their primary vaccination programs in an attempt to aggressively bridge the gap. (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)
Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti
Makassar -

Wali Kota Makassar Moh Ramadhan 'Danny' Pomanto mengungkap ada 100 aparatur sipil negara (ASN) hingga tenaga kontrak yang menipu dirinya terkait data palsu vaksinasi lansia. Danny mengaku tengah menyiapkan sanksi berat kepada mereka.

"Kalau kontrak saya tak perpanjang lagi (SK kontraknya) kalau ASN potong (tambahan penghasilan pegawai) TPP-nya," kata Danny kepada wartawan di rumah pribadinya, Jalan Amirullah, Makassar, Senin (24/1/2022).

Danny menilai para oknum ASN hingga tenaga kontrak tersebut terlalu lancang menyetor data palsu vaksinasi lansia. Hal ini terbongkar setelah menerima laporan vaksinator.

"Jadi sebenarnya boleh juga bilang ditipu boleh juga bilang tidak, boleh juga karena malas. Jadi dia datang divaksinasi meminta hasil PCare orang tua lansia agar kewajibannya satu lansia satu orang selesai, itu kan sebenarnya paling buruknya penipuan yang berikutnya adalah kemalasan. Orang-orang begini tidak boleh dipakai," jelasnya.

Danny menegaskan ulah para oknum ASN dan tenaga kontrak ini merupakan persoalan serius mengingat jumlahnya mencapai 100 orang. Oleh sebab itu, Danny meminta Dinas Kesehatan Makassar memperketat vaksinasi lansia dengan mendata ASN hingga tenaga kontrak yang sudah menunaikan tugas membawa lansia untuk divaksinasi.

"Saya suruh ungkap itu, ungkapkan saja supaya biar transparan bahwa ada oknum-oknum seperti itu, ada bisa sampai 100 orang itu ASN dan kontrak," kata Danny.

Sebelumnya, Danny mewajibkan para ASN dan tenaga kontrak jajaran Pemkot Makassar agar masing-masing membawa 10 orang untuk vaksinasi termasuk lansia. Hal ini karena Pemkot Makassar hendak mencapai target vaksinasi 100 persen.

Belakangan Danny marah setelah mengaku ditipu oleh sejumlah ASN terkait vaksinasi lansia. Danny mengungkap ASN hingga tenaga kontrak itu mengklaim telah membawa ratusan lansia untuk divaksinasi yang belakangan dipastikan klaim itu palsu.

"Dengan hanya membawa foto para lansia bersama KTP dan mengaku telah dilakukan vaksinasi, padahal setelah ditelusuri dia tidak melakukan vaksinasi," kata Danny dalam keterangannya, Rabu (19/1).

Danny mengungkap kelakuan sejumlah oknum ASN Makassar terungkap setelah pihaknya menemukan tak kesesuaian antara data yang diklaim ASN dan data di aplikasi. Vaksinator memberikan data yang berbeda jauh dengan data yang diklaim para ASN.

(hmw/nvl)