Komnas HAM Minta Polisi Pastikan Kondisi 40 Korban Kerangkeng Bupati Langkat

Dwi Rahmawati - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 17:03 WIB
Komisioner Komnas HAM, Muhammad Choirul Anam
Komisioner Komnas HAM, Muhammad Choirul Anam (Dwi/detikcom)
Jakarta -

Komisioner Komnas HAM Muhammad Choirul Anam meminta polisi menyelidiki informasi terkait 40 orang yang diduga menjadi korban kerangkeng di rumah Bupati Langkat. Anam berharap keberadaan mereka bisa dipastikan.

"Kepada para pihak khususnya pihak yang punya kewenangan. Khususnya kepolisian di sana untuk memastikan kondisi minimal 40 orang ini ada keberadaannya. Sehingga, ketika kami datang ke sana bisa menjelaskan di mana mereka," tutur Anam di gedung Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (24/1/2022).

Anam meminta polisi mengusut tuntas laporan dari Migrant CARE terkait dugaan perbudakan modern di rumah Bupati Langkat. Dia meminta tempat kejadian perkara (TKP) tak mengalami perubahan.

"Kedua, kami meminta untuk seluruh informasi yang terkait bukti ini, tempatnya, saksinya dan sebagainya jangan mengalami perubahan. Kalau ada perubahan jangan salahkan publik 'kok ini berubah ke sini, berubah ke sini'," paparnya.

"Kok saksinya awalnya di sana sekarang pindah ke tempat asalnya yang sudah diakses dan lain sebagainya," lanjut Anam.

Sebelumnya, lembaga swadaya pemerhati buruh migran, Migrant CARE, mendapat laporan dari warga terkait kerangkeng manusia di rumah Bupati Terbit Rencana Perangin Angin.

Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant CARE, Anis Hidayah, menduga adanya perbudakan modern. Dia menyebut terdapat 40 korban di kasus tersebut.

"Laporan sementara 40 orang, berapa lamanya (kejadian) nanti Komnas HAM yang akan melakukan penyelidikan," terang Anis Hidayah saat dikonfirmasi.

Tempat Rehabilitasi Narkoba

Polisi mengungkap kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin merupakan tempat rehabilitasi narkoba yang dibuat sang kepala daerah secara pribadi. Saat ditemukan, ada 4 orang yang berada di dalam kerangkeng tersebut.

"Kita pada waktu kemarin teman-teman dari KPK yang kita back-up, melakukan OTT. Kita melakukan penggeledahan pada saat itu datang ke rumah pribadi Bupati Langkat. Dan kita temukan betul ada tempat menyerupai kerangkeng yang berisi tiga-empat orang waktu itu," kata Kapolda Sumut Irjen Panca Putra kepada wartawan, Senin (24/1/2022).

Panca mengaku sudah mendalami temuan tempat menyerupai kerangkeng itu kepada Terbit Rencana. Dari pengakuan Terbit, kerangkeng manusia itu sudah dioperasikan selama 10 tahun.

"Tapi sebenarnya dari pendataan kita, pendalaman kita bukan tiga empat orang itu, kita dalami itu masalah apa, kenapa ada kerangkeng dan ternyata hasil pendalaman kita memang itu tempat rehabilitasi yang dibuat oleh yang bersangkutan secara pribadi dan sudah berlangsung selama 10 tahun untuk merehabilitasi korban-korban narkoba, pengguna narkoba," tutur Panca.

(knv/knv)