ADVERTISEMENT

Tentang Rentenir Nanang Bikin Robin Ditegur Hakim dan Jaksa di Sidang

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 15:03 WIB
Azis Syamsuddin dituntut 4 tahun dan 2 bulan penjara. Selain itu, jaksa juga menuntut agar hak politik Azis Syamsuddin juga dicabut selama 5 tahun.
Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN

Sosok Nanang Diungkit Robin

Bahkan dalam sidang selanjutnya pada Senin, 20 Desember 2021, Robin masih mengungkit soal Nanang. Kala itu hakim anggota Jaini lagi yang mencecar soal ini.

"Sesudah dari rumah terdakwa, saudara pulang bawa uang?" tanya hakim Jaini.

Robin mengaku tidak pernah membawa tas berisi uang setelah dari rumah Azis Syamsuddin. Dia mengaku pernah sekali membawa tas isi uang setelah dari rumah Azis, tapi uang itu bukan diterima oleh Azis melainkan dari orang bernama Nanang.

"Saya ke rumah terdakwa, sebelum masuk (rumah Azis) saya ambil uang," kata Robin.

"Uang dari siapa yang di luar Saudara ambil? Ketemu di mana?" cecar hakim Jaini.

"Dari Saudara Nanang, Yang Mulia, (ketemu) di dekat lampu merah," ucap Robin.

"Kayak dagang obat pinggir jalan aja Saudara dapat duit di pinggir jalan, aneh. Uang itu banyak lho, kalau menurut saksi Agus Susanto setelah antar mobil di dalam Saudara turun 5 menit nggak sampai, terus pulang," tegas hakim Jaini Bashir.

Hakim Jaini pun meminta Robin tidak mengarang cerita. Dalam sidang ini, Robin mengaku takut kepada sosok Nanang karena Nanang adalah rentenir yang memiliki banyak teman preman.

Hakim pun menyebut pengakuan Robin itu tidak jelas. Diketahui, hakim Jaini juga hakim pengadil dalam perkara AKP Robin.

"Kan saudara di perkara lain kita yang periksa. Jadi kita tahu, jadi jangan dibuat-buat alibi yang aneh-aneh. Saudara kan penyidik, rentenir itu paling takut sama polisi karena dia nggak ada izin. Kan aneh minjam duit Rp 5 miliar tanpa jaminan, polisi takut sama preman, pulang aja kampung, nggak jelas kan," tegas hakim Jaini Bashir.

Jaksa Yakini Sosok Nanang Cerita Bohong dari Robin

Waktu berlalu hingga Azis Syamsuddin dituntut jaksa. Azis Syamsuddin sendiri didakwa jaksa memberikan suap ke Robin

Dalam surat tuntutan yang dibacakan, jaksa tak lupa menyinggung sosok Nanang yang selalu diungkit Robin. Apa kata jaksa?

AKP Robin menyebut Nanang memberikan uang USD 100 ribu dan sejumlah uang dolar Singapura, namun kesaksian itu dimentahkan oleh jaksa. Menurut jaksa, uang yang diakui AKP Robin itu dari Nanang justru waktu penerimanya bertepatan dengan kesanggupan Robin mengurus penyelidikan KPK yang menjerat Azis Syamsuddin. Oleh karena itu, jaksa meyakini uang yang disebut Robin dari Nanang adalah dari Azis.

"Alasan Stepanus Robin Pattuju bahwa uang yang diterimanya dari Terdakwa secara tunai sejumlah USD 100.000 dan sejumlah uang dolar Singapura pada tanggal 5 Agustus 2020 di rumah dinas Terdakwa di Jalan Denpasar Raya 3/3, Jakarta Selatan, berasal dari seseorang rentenir bernama Nanang bukan dari Terdakwa nyata hanya suatu dalih, karena tidak ada satu saksipun selain Stepanus Robin Pattuju yang mengetahui keberadaan Nanang," ungkap jaksa saat membacakan tuntutan Azis Syamsuddin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (24/1/2022).

"Bahwa saksi menerima uang-uang Nanang waktunya bertepatan dengan saksi menyatakan bisa mengurus Terdakwa. Bahwa penerimaan uang-uang oleh saksi, setelah ada pembicaraan dengan Terdakwa," lanjut jaksa.

Menurut jaksa, sosok Nanang ini adalah skenario yang dibuat AKP Robin dan Azis. Adapun hal yang menguatkan jaksa adalah keterangan mantan Bupati Kukar Rita Widyasari.

"Sebagaimana telah kami uraikan di atas, tegas Rita Widyasari menyampaikan bahwa setelah Stepanus Robin dan Maskur Husain ditangkap oleh KPK, Terdakwa (Azis Syamsuddin) pernah meminta Rita Widyasari via telepon untuk mengakui uang dolar yang ditukarkan Stepanus Robin di money changer, namun dikarenakan Rita Widyasari menolak, Rita kemudian diminta untuk menyampaikan apa adanya, dengan alasan Terdakwa sudah mempunyai skema/skenario lain untuk uang sekitar Rp 8.000.000.000,00 tersebut," papar jaksa.

Karena itu, jaksa menilai pernyataan Robin tentang Nanang di perkara Azis Syamsuddin ini patut dikesampingkan. Sebab, jaksa meyakini sosok Nanang ini tidak ada.

"Alasan Stepanus Robin Pattuju tidak menyebut nama Nanang selaku pemberi uang pada saat pemeriksaan Dewan Pengawas KPK, karena takut akan sosok Nanang nyata juga dalih karena di luar logika, sebab tegas Nanang hanya digambarkan sebagai seorang rentenir yang punya banyak teman preman, sedangkan Stepanus Robin merupakan seorang polisi yang mempunyai banyak teman polisi juga," tutur jaksa.

"Lebih lanjut, tegas Stepanus Robin tidak pernah menerangkan di depan persidangan bahwa dirinya pernah melapor kepada pihak yang berwenang institusi Kepolisian maupun KPK atas adanya ancaman dari Nanang terhadap diri dan/atau keluarganya. Dan jika pun benar bukan Terdakwa yang memberikan uang tersebut dan Stepanus Robin takut menyebutkan nama pemberi sebenarnya, Stepanus Robin Pattuju cukup tidak menjawab saja ketika ditanya dari pada menyampaikan fitnah," tambah jaksa.


(dhn/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT