Misteri Sosok Rentenir Nanang Diungkap Jaksa di Tuntutan Azis Syamsuddin

Zunita Putri - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 14:11 WIB
Ilustrasi Azis Syamsuddin
Azis Syamsuddin (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta -

Jaksa membeberkan soal sosok Nanang yang disebut dalam sidang Azis Syamsuddin sebagai rentenir. Jaksa meyakini sosok Nanang itu adalah kebohongan.

Sosok Nanang ini semula diungkap oleh mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju alias Robin dalam sidangnya sendiri dan di sidang Azis Syamsuddin ketika bersaksi. AKP Robin menyebut Nanang memberikan uang USD 100 ribu dan sejumlah uang dolar Singapura, namun kesaksian itu dimentahkan oleh jaksa.

Menurut jaksa, uang yang diakui AKP Robin itu dari Nanang justru waktu penerimanya bertepatan dengan kesanggupan Robin mengurus penyelidikan KPK yang menjerat Azis Syamsuddin. Oleh karena itu, jaksa meyakini uang yang disebut Robin dari Nanang adalah dari Azis.

"Alasan Stepanus Robin Pattuju bahwa uang yang diterimanya dari Terdakwa secara tunai sejumlah USD 100 ribu dan sejumlah uang dolar Singapura pada tanggal 5 Agustus 2020 di rumah dinas Terdakwa di Jalan Denpasar Raya 3/3, Jakarta Selatan, berasal dari seseorang rentenir bernama Nanang bukan dari Terdakwa nyata hanya suatu dalih, karena tidak ada satu saksipun selain Stepanus Robin Pattuju yang mengetahui keberadaan Nanang," ungkap jaksa saat membacakan tuntutan Azis Syamsuddin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (24/1).

"Bahwa saksi menerima uang-uang Nanang waktunya bertepatan dengan saksi menyatakan bisa mengurus Terdakwa. Bahwa penerimaan uang-uang oleh saksi, setelah ada pembicaraan dengan Terdakwa," lanjut jaksa.

Menurut jaksa, sosok Nanang ini adalah skenario yang dibuat AKP Robin dan Azis. Adapun hal yang menguatkan jaksa adalah keterangan mantan Bupati Kukar Rita Widyasari.

"Sebagaimana telah kami uraikan di atas, tegas Rita Widyasari menyampaikan bahwa setelah Stepanus Robin dan Maskur Husain ditangkap oleh KPK, Terdakwa (Azis Syamsuddin) pernah meminta Rita Widyasari via telepon untuk mengakui uang dolar yang ditukarkan Stepanus Robin di money changer, namun dikarenakan Rita Widyasari menolak, Rita kemudian diminta untuk menyampaikan apa adanya, dengan alasan Terdakwa sudah mempunyai skema/ skenario lain untuk uang sekitar Rp 8.000.000.000,00 tersebut," papar jaksa.

Karena itu, jaksa menilai pernyataan Robin tentang Nanang di perkara Azis Syamsuddin ini patut dikesampingkan. Sebab, jaksa meyakini sosok Nanang ini tidak ada.

"Alasan Stepanus Robin Pattuju tidak menyebut nama Nanang selaku pemberi uang pada saat pemeriksaan Dewan Pengawas KPK, karena takut akan sosok Nanang nyata juga dalih karena di luar logika, sebab tegas Nanang hanya digambarkan sebagai seorang rentenir yang punya banyak teman preman, sedangkan Stepanus Robin merupakan seorang polisi yang mempunyai banyak teman polisi juga," tutur jaksa.

"Lebih lanjut, tegas Stepanus Robin tidak pernah menerangkan di depan persidangan bahwa dirinya pernah melapor kepada pihak yang berwenang institusi Kepolisian maupun KPK atas adanya ancaman dari Nanang terhadap diri dan/atau keluarganya. Dan jikapun benar bukan Terdakwa yang memberikan uang tersebut dan Stepanus Robin takut menyebutkan nama pemberi sebenarnya, Stepanus Robin Pattuju cukup tidak menjawab saja ketika ditanya dari pada menyampaikan fitnah," tambah jaksa.

Sebelumnya, Azis Syamsuddin dituntut 4 tahun dan 2 bulan penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa juga menuntut agar Azis dicabut hak dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun.

Azis disebut jaksa terbukti memberi uang secara bertahap ke AKP Stepanus Robin Pattuju yang seluruhnya berjumlah Rp 3.099.887.000 dan USD 36 ribu. Jaksa menyebut uang itu diberikan agar AKP Robin mengawal kasus APBD Lampung Tengah yang menjerat Azis dan Aliza Gunado.

Simak juga video 'Dituntut 50 Bulan Bui, Azis Syamsuddin Dinilai Rusak Citra DPR':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)