Pemkab Tangerang soal Perbaikan SMPN 2 Kosambi: Sekolah Lain Lebih Parah

Khairul Ma'arif - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 14:31 WIB
SMPN 2 Kosambi
Poret SMPN 2 Kosambi (Khairul/detikcom)
Tangerang -

Sebanyak 9 ruang kelas di SMPN Kosambi rusak parah dan tak layak digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyatakan pihaknya belum mampu memperbaiki kondisi tersebut.

"Pada tahun 2021 sudah diperbaiki tiga ruang kelas. Jadi bergantian sabar semuanya juga insyaallah akan kita selesaikan," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Syaifullah saat dihubungi, Senin (24/1/2022).

Bahkan Syaifullah mengatakan Pemkab Tangerang masih terkendala urusan anggaran. Selain itu, dia berkata masih ada sekolah lain yang kondisinya lebih parah dibanding SMPN 2 Kosambi.

"Sementara uangnya dialihkan ke sekolah lain yang lebih parah juga jadi kita mencoba bersifat keadilan. Sekarang gini analoginya... saya punya anak, 950 sekolah. Dari 950 sekolah itu saya cuman punya duit Rp 10 ribu misalkan. Gua punya duit Rp 10 ribu itu kan enggak mungkin buat satu sekolah saja," ucap Syaifullah.

Sebab, kerusakan yang terjadi di SMPN 2 Kosambi dinilai Syaifullah tidak terlalu parah. Penilaian itu berdasarkan analisis dari pihaknya setelah mengecek langsung ke SMPN 2 Kosambi.

"Itu kan baru asbes sama keramik kalau berdasarkan tim analis itu perhitungannya 50 persen ke bawah," jelasnya.

Sebelumnya, kondisi memprihatinkan terlihat di SMP Negeri 2 Kosambi, Kabupaten Tangerang. Sekolah tersebut tampak rusak parah dan tidak terawat.

Sebanyak 9 ruang kelas dalam kondisi rusak. Lantai keramik kelas itu tampak berdebu dan pecah. Beberapa ruang kelas tidak ada meja dan bangku belajar.

Selain itu, atap plafon ruang kelas banyak yang bolong. Beberapa kaca jendela kelas sudah pecah.

Kepala SMPN 2 Kosambi, Kusnandar, mengatakan kondisi semacam ini terjadi sejak 2018. Dia mengungkapkan memang sudah ada perbaikan pada 2021, tetapi hanya tiga ruang kelas.

"Untuk perbaikan, alhamdulillah pada 2021 kita dapet 3 ruang kelas, selebihnya memang kita belum ada perbaikan, dari tahun 2018, dari kepsek yang lama pun belum ada perbaikan, dari sembilan kelas ini," kata Kusnandar saat ditemui di lokasi, Senin (17/1/2022).

(rak/rak)