SMKN 35 Jakbar Kembali Gelar PTM 100 Persen Usai Disetop Gegara Corona

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 13:38 WIB
Nadiem Makarim tinjau sekolah tatap muka (PTM) terbatas di Jakarta Timur
Ilustrasi PTM (Dok. Kemendikbudristek)
Jakarta -

SMKN 35 Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, sempat menghentikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka gegara ada 7 siswa serta 2 tenaga didiknya terkonfirmasi positif COVID-19. Mulai hari ini PTM di sekolah tersebut telah dibuka kembali dengan kapasitas 100 persen.

"Benar (sudah dibuka) sesuai aturan (kapasitas) 100%," ujar Kepala SMKN 35 Jakarta Sopandi saat dimintai konfirmasi, Senin (24/1/2022).

Dia menyebutkan 7 siswa yang sempat terpapar sudah sembuh dari COVID-19. Namun ketujuhnya masih harus mengikuti PJJ secara daring.

"Itu yang siswa setelah saya cek ternyata mereka masih di rumah PJJ dulu. Walaupun mereka secara hasil sudah negatif, namun kita pastikan bahwa memang sudah benar-benar sehat," kata Sopandi.

Selain itu, Sopandi mengungkapkan pihak sekolah sudah mengantisipasi agar klaster COVID tidak terulang kembali. Sebelum menerapkan PTM pihak sekolah melakukan penyemprotan disinfektan di tiap ruang kelas.

"Kedua, kita selektif pastikan bahwa yang datang memang sudah benar-benar sehat, jadi kita terapkan di aplikasi PeduliLindungi terus cek suhu tubuh," jelas Sopandi

"Kita juga atur kepulangan-kedatangan kita atur pastikan jaraknya terjaga, terus cuci tangan juga kita pastikan selalu cuci tangan, pake masker ya kita penerapan prokes aja di sekolah," sambungnya.

Kemudian, pihak sekolah juga berkoordinasi dengan orang tua, wali kelas dan Bhabinkamtibmas setempat untuk menjaga sekitar sekolah tak terjadi kerumunan saat jam pulang.

"Setiap selesai pembelajaran mereka langsung pulang nggak bergerombol karena kan biasanya mereka bergerombol di luar, kita pastikan mereka langsung pulang," kata Sopandi.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut mayoritas warga sekolah terpapar COVID-19 bukan karena kegiatan pembelajaran tatap muka, melainkan klaster keluarga. Hal ini, kata dia, dibuktikan dari jumlah warga sekolah yang positif Corona hanya 1-2 orang di tiap sekolahan.

"Memang ada 1 sekolah ini yang banyak 9 (kasus di) SMKN 35 Jakarta, ini masih kita cek hasil tracing-nya, yang lain umumnya 1-2 kasus, banyakan 1. Itu artinya mereka terpapar tidak di sekolah, terpapar dari luar sekolah," kata Riza (17/1).

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 15 sekolah di DKI Jakarta ditutup sementara setelah ditemukan kasus positif COVID-19. Dari 15 sekolah yang ditutup itu, 3 sekolah sudah diizinkan kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

"Dari 15 itu, ada 3 sekolah yang sudah mulai pembelajaran tatap muka kembali, yaitu SMA 71, SMK Asisi, sama SMK Malaka," kata Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radjagah, saat dihubungi, Senin (17/1).

Taga menuturkan ketiga sekolah itu sudah ditutup selama 5 hari. Akhirnya, dibolehkan melaksanakan PTM karena tak ada temuan kasus berdasarkan hasil penelusuran kontak erat.

(ain/idn)