Wagub DKI Ungkap 39 Sekolah Ditutup Gegara Corona, 9 Sudah Dibuka

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 22:20 WIB
Ahmad Riza Patria
Ahmad Riza Patria (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menutup sementara 39 sekolah pascatemuan kasus COVID-19. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkap, setidaknya ada 62 siswa dinyatakan positif COVID-19.

"Totalnya yang ditutup ada 39 sekolah namun sebagian sudah dibuka kembali. Dari total sekian yang terpapar, peserta didik 62, pendidik 2, tenaga kependidikan 3. Total 67 yang terpapar virus Corona, " kata Riza kepada wartawan, Senin (17/1/2022).

Riza menuturkan puluhan sekolah yang ditutup tersebar hampir di seluruh wilayah Jakarta. Kendati demikian, dia menyebut beberapa sekolah sudah dibolehkan menggelar pembelajaran tatap muka kembali.

"Dari 39, ini kan data sejak awal PTM mulai pada 3 Januari, sebagian sudah dibuka lagi. Dari data yang kami terima, sudah dibuka kurang lebih ada 9 sekolah," jelasnya.

Politikus Gerindra itu meyakini, mayoritas warga sekolah terpapar COVID-19 bukan karena kegiatan pembelajaran tatap muka, melainkan klaster keluarga. Hal ini, kata dia, dibuktikan dari jumlah warga sekolah yang positif Corona hanya 1-2 orang di tiap sekolahan.

"Memang ada 1 sekolah ini yang banyak 9 (kasus di) SMKN 35 Jakarta, ini masih kita cek hasil tracing-nya, yang lain umumnya 1-2 kasus, banyakan 1. Itu artinya mereka terpapar tidak di sekolah, terpapar dari luar sekolah," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 15 sekolah di DKI Jakarta ditutup sementara setelah ditemukan kasus positif COVID-19. Dari 15 sekolah yang ditutup itu, 3 sekolah sudah diizinkan kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

"Dari 15 itu, ada 3 sekolah yang sudah mulai pembelajaran tatap muka kembali, yaitu SMA 71, SMK Asisi, sama SMK Malaka," kata Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radjagah, saat dihubungi, Senin (17/1).

Taga menuturkan ketiga sekolah itu sudah ditutup selama 5 hari. Akhirnya, dibolehkan melaksanakan PTM karena tak ada temuan kasus berdasarkan hasil penelusuran kontak erat.

(taa/lir)