Wisma Atlet Pastikan Stok Oksigen Cukup Hadapi Lonjakan Pasien Omicron

Anggi Muliawati - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 12:44 WIB
Koordinator Humas RSDC-19 Wisma Atlet, Kolonel Mintoro Sumego
Koordinator Humas RSDC-19 Wisma Atlet, Kolonel Mintoro Sumego (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Kasus positif COVID-19 varian Omicron di Indonesia kini terus bertambah dengan total 745 pasien. Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet memastikan tabung oksigen tercukupi.

"Kita punya tabung oksigen yang satu meter kubik hampir 1.000, dan yang 6 meter kubik itu kurang-lebih 1.500, jadi ada 2.000 tabung yang gede dan yang kecil," kata Koordinator Humas RSDC-19 Wisma Atlet Kolonel dr Mintoro Sumego kepada wartawan pada Senin (24/1/2022).

Mintoro mengatakan pihaknya menyiapkan dua oksigen sentral, yakni Samator dan Oksitank. Selain itu, RSDC Kemayoran menyiapkan generator oksigen untuk mengisi ulang tabung per hari.

"Kami juga ada generator oksigen yang bisa mengisi 36 tabung selama per harinya," katanya.

Selain itu, disiapkan ruang intensive care unit berjumlah 89, dan saat ini terisi 24. Kemudian, alat kesehatan lainnya pun ikut disiapkan.

"Alat kesehatan kita siapkan, masih bisa cukup untuk tiga sampai empat bulan ke depan," kata Mintoro.

Mintoro mengatakan data keseluruhan kasus COVID-19 yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran ada 2.862 pasien. Sedangkan untuk kasus Omicron sendiri ada 745 kasus.

"Penghuni Wisma Atlet saat ini 73% di antaranya PPLN atau sekitar 2.095, untuk non-PPLN penghuninya 27% atau sekitar 767 pasien," katanya.

Mintoro mengatakan, selain memastikan tabung oksigen terpenuhi, pihaknya juga sudah kembali menambah tenaga kesehatan, sehingga totalnya menjadi 1.781.

"Selama Desember ke Januari dengan peningkatan jumlah pasien sekitar 2.000, kita juga menambah nakes sudah hampir 700, baik itu dokter, dokter spesialis, perawat, atau relawan non-tenaga medis," katanya.

Lebih lanjut, Mintoro mengatakan Wisma Atlet juga telah menyiapkan Tower 4 dan 7 untuk ruang isolasi jika terdapat kelonjakan kasus COVID-19.

"Total kapasitas 4 Tower itu ada 8.173, sementara Tower 4 dan 7 sudah kita pakai tapi masih di-standby-kan, karena pasien masih bisa ditampung di Tower 5 dan 6," tuturnya.

(aud/aud)