Menag Ungkap Alasan Asrama Haji Tepat untuk Karantina Jemaah Umroh

Firda Cynthia Anggrainy Al Djokya - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 11:50 WIB
Jakarta -

Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menyoroti tempat karantina bagi para jemaah umroh saat kembali ke Tanah Air. Dia membandingkan perbedaan tempat karantina jemaah yang di hotel dengan asrama haji.

Yaqut mengatakan keputusan menggunakan asrama haji sebagai tempat karantina akan meringankan pembiayaan bagi jemaah.

"Asrama Haji bisa digunakan sebagai tempat karantina setelah melalui raker dengan BNPB, Tentu akan membuat para jemaah umroh ini akan semakin ringan dalam pembiayaan, karena praktis di Asrama Haji biaya pasti lebih murah," kata Yaqut Cholil Qoumas dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/1/2022).

Dia melanjutkan, penggunaan Asrama Haji sebagai tempat karantina juga dapat menekan tingkat kejenuhan calon jemaah sepulang umroh. Sebab menurutnya, tempat karantina di Asrama Haji lebih terbuka dibanding hotel dengan desain ruangan tertutup.

"Yang lebih penting lagi bisa menekan tingkat kejenuhan calon jemaah sepulang umroh. Karena di Asrama Haji itu jendelanya masih bisa dibuka, kalau di hotel susah dibukanya. Jadi kalau butuh ruang terbuka di asrama haji masih memungkinkan, kalau di hotel sulit," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Agama (Kemenag) sepakat menjadikan Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, sebagai tempat karantina jemaah umroh yang baru tiba di Indonesia. Kepala BNPB Suharyanto menyebut saat ini tersedia 1.260 bed/tempat tidur di Asrama Haji Pondok Gede.

"Salah satu kesimpulan rapat yang kami sepakati kemarin dan disetujui bahwa Asrama Haji, Pak, Pondok Gede, karena ada one gate policy, mohon bisa dijadikan sebagai tempat karantina," kata Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto dalam rapat dengar pendapat dengan BNPB di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/1).

Yandri menuturkan permintaan itu juga melihat situasi dan kondisi ibadah haji pada Juli mendatang. Sebab, menurutnya, jika jemaah umroh menjalani karantina di hotel, akan memberatkan secara anggaran.

"Jadi, para jemaah umroh, bahkan nanti kebetulan manakala ada bulan Juli, itu asrama-asrama haji bisa kita maksimalkan untuk karantina. Karena, kalau mereka harus pulang ke hotel berbintang atau lain sebagainya, dari sisi anggaran memang sudah berat, apalagi pulang kalau misal harus membayar hotel yang mahal," tuturnya.

(aud/aud)