Ridwan Kamil Jaring Aspirasi soal IKN, Siap Pimpin Nusantara?

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 07:46 WIB
Jakarta -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) menjaring aspirasi di media sosial soal Ibu Kota Negara, Nusantara. Unggahan RK itu apakah kode siap pimpin Ibu Kota Nusantara?

Nama Ridwan Kamil digadang-gadang sebagai calon pemimpin Ibu Kota Negara Nusantara. Terlebih Presiden Jokowi sempat mengungkap kriteria calon pemimpin ibu kota baru.

Dalam pertemuan dengan beberapa pemimpin redaksi media massa nasional, Rabu (19/1), Jokowi sempat menyebut calon pemimpin Ibu Kota Negara harus memiliki pengalaman memimpin daerah. Dan, memiliki background arsitek.

Pernyataan Jokowi lantas membuat peserta pertemuan di Istana Negara itu berasumsi ke sosok kepala daerah berlatar belakang arsitek yang merupakan orang Sunda. Saat dibahas lebih lanjut, Jokowi hanya tersenyum.

Setelah Jokowi mengungkap kriteria calon pemimpin Ibu Kota baru itu, nama Ridwan Kamil diduga yang paling kuat diinginkan sebagai pemimpin 'Nusantara'.

Baru-baru ini, Ridwan Kamil mengunggah postingan soal Ibu Kota Negara, Nusantara. Dia menjaring aspirasi soal harapan pada Ibu Kota baru.

"IBU KOTA NEGARA resmi dinamai 'Nusantara'. Apa harapan kita kepada ibu kota baru ini?" demikian cuitan Ridwan Kamil, seperti dilihat, Senin (24/1/2022).

Dalam cuitannya di akun resmi Twitternya, Ridwan Kamil menyertakan video berdurasi 2 menit 20 detik. Video itu berisikan pemetaan wilayah di Ibu Kota Nusantara. Termasuk soal infrastruktur.

Apakah cuitan Ridwan Kamil kode siap pimpin ibu kota Nusantara?

Ridwan Kamil sebelumnya sudah buka suara soal dugaan sebagai calon kuat pemimpin 'Nusantara'. Ridwan Kamil tak mau kepedean soal kriteria calon pemimpin berlatar belakang arsitek.

"Saya tidak mau berandai-andai. Belum pasti saya juga. Saya baru baca tadi malam, kriteria kepala daerah arsitek kan enggak hanya saya," kata Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (20/1/2022).

Dia menegaskan dirinya enggan berandai-andai. Namun dia mengingatkan pemimpin yang terpilih harus bekerja maksimal.

"Tapi, siapa pun yang terpilih harus maksimal membangun ibu kota yang diputuskan pindah ke Kalimantan. Jadi saya tidak mau 'geer', tidak mau berandai-andai, takut salah," ujarnya.

(idn/dwia)