Suharso Monoarfa Sebut Anak Muda Harus Jadi Penentu Bangsa

Nada Zeitalini Arani - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 20:48 WIB
Suharso Monoarfa
Foto: PPP
Jakarta -

Menteri Bappenas/Kepala PPN Suharso Monoarfa meminta pemuda ikut berkontribusi dalam menentukan kemajuan bangsa. Suharso yakin bahwa di setiap zaman ada anak muda yang bisa mengubah dunia.

"Pada setiap zaman ada peranan anak muda di setiap masanya. Pasti hadir tokoh muda yang muncul kemudian menjadi pemimpin," ujar Suharso dalam keterangan tertulis, Minggu (23/1/2022).

Hal ini disampaikan saat menghadiri seminar bertema 'Yang Muda Yang Menentukan' di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu (22/1/2022). Suharso yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mencontohkan peranan pemuda pada momen kemerdekaan RI yang digawangi Soekarno dan Moh Hatta.

"Bung Karno memerdekakan Indonesia pada usia 44 tahun, demikian pula Bung Hatta saat itu mereka adalah pemuda-pemuda yang muncul menjadi pemimpin-pemimpin. Pemuda senantiasa di zamannya, dengan peluang dan tantangan yang dihadapi dan situasi sejarah pada saat itu pasti hadir pemuda dan menentukan," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran pemuda di setiap masa menjadi dua golongan. Golongan pertama adalah yang ikut menentukan arah bangsa, kemudian golongan kedua adalah menjadi followers atau pengikut.

"Para pemuda yang akan menentukan bangsa adalah mereka yang memposisikan diri sebagai pemuda yang ikut berperan aktif, menjadi creator dan tidak hanya sebatas followers," paparnya.

Di tengah perkembangan teknologi yang pesat maka harus mencukupi segala syarat jika ingin ikut menjadi orang yang menentukan kemajuan bangsa.

"Pertama harus memahami medan juang, mengenal customer dan tahu persis apa yang harus dilakukan. Sementara knowledge ini tidak bisa dipetik begitu saja, namun harus dibarengi dengan belajar dan dipenuhi," kata Suharso.

Selanjutnya, Suharso juga menjelaskan mengenai kesiapan menjadi orang yang dipilih dan siap dijadikan trendsetter.

"Dan yang paling sering diabaikan oleh para kaum muda adalah harus dilengkapi dengan metodologi. Tidak mungkin kita bekerja tanpa menguasai metodologi. Dan harus kita sadari begitu cepat perubahan zaman sehingga kita harus siap mengikuti perkembangannya dan harus menjadi yang menentukan bangsa dan negara kita," tandasnya.

Sementara itu, peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan dalam Pemilu 2024 nanti generasi muda sangat menentukan. Hal ini berkaca pada kondisi Pemilu 2019, yang diisi oleh 50 persen pemilih pemula.

"Itu akan berkembang pada Pemilu 2024 yang jumlahnya akan lebih besar lagi,"

Namun, Titi juga mengatakan saat ini anak muda masih hanya sebatas simbolik saja. Belum ada relasi yang jujur dan membangun klik politik yang militan dan jujur terhadap para pemuda.

(ncm/ega)