Relawan Cuit 'Anies 8aswedan', Apa Arti 8 di Antara Nama Anies Itu?

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 19:35 WIB
Anies Baswedan di Acara Masyarakat Sulsel Menyambut Anies Baswedan di Makassar. (Hermawan/detikcom)
Foto: Anies Baswedan di Acara Masyarakat Sulsel Menyambut Anies Baswedan di Makassar. (Hermawan/detikcom)
Jakarta -

Relawan Anies Baswedan, Geisz Chalif kerap mencuit nama Anies Baswedan yang 'dimodifikasi'. Huruf B di nama lengkap Anies diganti jadi angka 8.

"Nidji Menjajaj Sound System Jakarta International Stadium dihadiri oleh Gubernur DKI Anies Rasyid 8aswedan," demikian salah satu cuitan Geisz, dilihat, Minggu (23/1/2022).

Geisz tidak menjelaskan secara gamblang soal makna angka '8' itu. Tapi di media sosial, cuitan 'Anies 8aswedan' dikaitkan dengan narasi Presiden ke-8.

Pria yang menjabat sebagai Komisaris Ancol itu kemudian menjelaskan angka delapan memiliki makna keberuntungan.

"8 itu kalau dalam simpul itu rezeki yang terus menerus memutar, angka 8 itu angka hoki. Ya 8 itu dalam inian itu China itu terutama, itu angka-angka yang dicari-cari, jadi kalau pemimpin tuh memberi kemakmuran, memberi kesejahteraan kira-kira begitu," kata Geisz.

Lebih lanjut, Geisz bicara soal relawan di daerah yang melakukan deklarasi dukungan Anies untuk maju Pilpres 2024. Dia menerangkan deklarasi itu tidak ada perintah dari Anies.

"Nggak ada sama sekali. Kalau itu saya bisa garansi, jadi selama ini sampai akhir Oktober konsentrasi kepada Jakarta, bahwa kemudian ada banyak deklarasi kayanya sudah hampir seluruh Indonesia itu adalah organik nggak ada yang diorkestrasi sama sekali," katanya.

"Itu yang dipesankan kepada saya dan kepada teman-teman agar jangan berbicara tentang Pilpres karena belum waktunya," imbuh dia.

Geisz menyebut waktu yang ideal untuk deklarasi yakni setelah Anies lepas jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Geisz mengatakan usai tak lagi menjabat Gubernur, Anies yang akan menentukan langkah politiknya.

"Setelah Oktober, karena kan kalau sekarang Pak Anies masih jadi Gubernur, belum waktunyalah berbicara semacam itu, itu kan pertanggungjawaban moral dia masih menjabat gubernur pertanggungjawabannya masih ke Jakarta, dan setelah itu selesai menjadi warga negara biasa lagi, maka menjadi haknya banyak orang, hak banyak partai maupun hak Pak Anies secara individu dia mau melangkah ke mana," kata Geisz.

Simak Video 'Pengamat soal Saling Sindir Anies-Giring: Politik Itu Tempat Berkelahi':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/gbr)