Ini Pernyataan Edy Mulyadi soal Prabowo 'Macan Mengeong' Berujung Dipolisikan

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 12:18 WIB
Jakarta -

Seorang pria bernama Edy Mulyadi dilaporkan ke Polda Sulawesi Utara (Sulut) atas tuduhan dugaan penghinaan terhadap Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus Ketum Gerindra, Prabowo Subianto. DPD Gerindra Sulut merasa tidak terima atas pernyataan Edy Mulyadi yang dianggap menghina ketum mereka.

"Iya, Pak Prabowo Subianto ketua umum kita, ikonnya Partai Gerindra, kebanggaan kader Partai Gerindra. Jadi kita tidak terima kalau Pak Prabowo Subianto dihina dan difitnah orang," ujar Ketua DPD Gerindra Sulut Conny Lolyta Rumondor saat dimintai konfirmasi, Sabtu (22/1/2022).

Laporan itu teregister dalam laporan polisi (LP) bernomor LP/B/29/I/2022/SPKT/POLDA SULUT. Edy Mulyadi dilaporkan atas dugaan melakukan ujaran kebencian melalui media sosial pada 21 Januari 2022.

Sebut Prabowo 'Macan Jadi Mengeong'

Dalam cuplikan video yang dikirim oleh Conny, seorang pria yang disebut Edy Mulyadi diduga menghina Prabowo Subianto. Edy menyebut Prabowo seperti 'macan yang jadi mengeong' dalam konten itu.

"Masa, Menteri Pertahanan gini saja nggak ngerti sih? Jenderal bintang 3. Macan yang jadi kayak mengeong. Nggak ngerti begini aja. ini bicara soal kedaulatan negara, Bos. Gila. Geblek-nya kelewatan gitu, lho. Ini mereka tinggal semua. Saat dibutuhkan tinggal kasih, siap, selesai nih kita Indonesia," teriak Edy dalam video itu.

Dia juga menyebut politikus Gerindra Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo, memiliki sejumlah lahan di lokasi proyek ibu kota baru.

"Halo, Prabowo? Prabowo Subianto, kamu dengar suara saya? Masa, itu nggak masuk dalam perhitungan kamu, Menteri Pertahanan? Jangan adik kamu punya lahan di sana," imbuhnya.

Sebelumnya, Edy memang sedang membicarakan terkait pengembang di proyek ibu kota baru. Menurutnya, pengembang di sana dikuasai asing.

"Jadi pertanyaannya coba, 1, yang ngebangun perumahan siapa? Nggak mungkin pengembang-pengembang itu. Jadi yang membangun adalah pengembang-pengembang asing. Dari mana? Purwokerto, Banyumas? Dari Cina, Bos. Pengembang-pengembang China yang melakukan pembangunan di sana. Mereka nggak masalah rugi, kosong, nggak masalah, karena pasti ada penduduk yang dikirim ke sana, siapa? Warga RRC tinggal di sana," kata Edy dengan nada tinggi.

Polisi Selidiki Pelaporan terhadap Edy

Edy Mulyadi dilaporkan ke Polda Sulawesi Utara (Sulut) terkait ujaran kebencian kepada Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Pelaporan itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast.

"Iya memang benar di SPKT Polda Sulut telah dilaporkan tentang dugaan tindak pidana ujaran kebencian di media sosial atas nama Saudara EM," kata Jules saat dimintai konfirmasi, Minggu (23/1/2022).

Jules menyebut, pelaporan itu diterima polisi pada Sabtu (22/1) lalu. Kasus tersebut kini sedang diselidiki lebih lanjut.

"Saat ini Polda Sulut baru menerima Laporan pada hari Sabtu tanggal 22 Januari 2022, hal ini sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/B/29/I/2022/SPKT/POLDA SULUT tanggal 22 Januari 2022. Tentunya langkah kita selanjutnya akan mulai dengan melakukan penyelidikan terlebih dahulu," ujar Julius.

(fca/imk)