Tegarnya Ibu Untung Buruh Cuci di Tengah Nasib Malang Usai Ditinggal Suami

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 19:42 WIB
Ibu Untung tinggal gubuk reyot
Ibu Untung / Foto: Dok. berbuatbaik.id
Jakarta -

Untung Slamet (42) adalah janda yang ditinggal suaminya pergi entah ke mana sejak 10 tahun lalu. Warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah ini berupaya untuk terus tegar meski hidupnya serba sulit.

Ibu Untung tak pernah tahu ke mana sang suami pergi. Izinnya untuk kerja, sang suami tak pernah pulang sejak 10 tahun yang lalu.

"Perasaannya ya itu, sulit hidup sendiri. Susah nggak ada yang bantuin," ucap Untung kepada tim berbuatbaik.id beberapa waktu lalu.

Kendati hidup cukup sulit, Untung dan anak- anaknya berusaha tegar. Untung pun membanting tulang dengan bekerja sebagai buruh cuci yang penghasilannya tak seberapa.

"Kadang ada yang nggak nyuruh, kadang ada yang nyuruh. Paling sih itu saja kalau bantunya banyak ya ngasihnya banyak. Kalau sedikit ya sedikit," ucapnya.

Selain itu, kebutuhan sehari-hari keluarga ini juga ditopang dari anak sulungnya, Nur yang bekerja sebagai buruh di pabrik garmen. Mereka tinggal di rumah yang kondisinya memprihatinkan.

Bangunan rumah yang mereka tempati terbuat dari bambu yang nyaris roboh. Bahkan untuk masuk ke rumahnya, orang-orang harus merunduk. Tiang penyangga teras rumah pun tampak miring.

Rumah berbahan bambu berukuran 5x6 meter ini merupakan warisan dari orangtuanya, Tasmi dan Sahidi. Semua dinding rumah itu terbuat dari anyaman bambu yang kondisinya sudah lapuk.

Sekeluarga di Desa Dukuhturi Brebes tinggal di gubuk reyot hampir robohSekeluarga di Desa Dukuhturi Brebes tinggal di gubuk reyot hampir roboh Foto: Imam Suripto/detikcom

Lantai rumah itu juga berupa tanah yang di beberapa bagiannya dilapisi plastik, sedangkan bagian teras rumahnya hanya setinggi 1,2 meter.

Sementara itu, kondisi toiletnya tak kalah mengenaskan. Tidak ada dinding ataupun atap, sehingga ketika hujan, keluarganya buang air sambil memegangi payung.

"Harapannya pengennya sih dibangun. Ya (kalau nanti dibangun) yang biasa aja gak apa-apa, yang penting nambah kamar," sebutnya penuh harap.

Keluarga Untung Slamet ini merupakan salah satu keluarga miskin di Desa Dukuhturi, yang masuk dalam kategori desa miskin ekstrem. Kepala Desa Dukuhturi Johan Wahyudi menyebut 5.165 dari 9.651 penduduknya masuk kategori miskin, lalu ada 361 rumah warganya yang tidak layak huni.

#sahabatbaik mari bersama membantu Ibu Untung dan keluarganya. Bantuan bisa disampaikan lewat berbuatbaik.id dengan klik LINK BERIKUT INI.

Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima100% tanpa ada potongan.

Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial,#sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi#sahabatbaik dengan#berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang

(imk/imk)