Mitigasi Bencana, Kepala BMKG Bicara Perlunya Rumah Tahan Gempa di Talaud

Nahda Rizki Utami - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 16:21 WIB
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati terpilih menjadi salah satu dari 37 anggota Dewan Eksekutif WMO 2019-2023 mewakili RA V (Pasifik Barat Daya), hal ini menandai 12 tahun secara berkelanjutan Indonesia menduduki posisi anggota dewan eksekutif WMO bersama  Australia dan Singapura pada Kongres Meteorologi Dunia ke-18 di Jenewa Swiss, Jumat (14/6/19).
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Foto: dok. BMKG)
Jakarta -

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan wilayah Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, sudah beberapa kali dilanda gempa dengan rata-rata kekuatan magnitudo 7,0. Dwi mengatakan perlunya bangunan tahanan gempa di lokasi tersebut.

"Gempa terjadi di Kepulauan Talaud, tapi pusat gempanya berbeda. Jadi bukan berarti pengulangan tahun lalu. Artinya, secara umum memang wilayah Kepulauan Talaud sudah ada beberapa titik gempa dengan kekuatan kebanyakan 7 (magnitudo), artinya itu cukup kuat dan itu di laut," ujar Dwikorita saat jumpa pers, Sabtu (22/1/2022).

Dwikorita mengatakan masyarakat harus waspada tapi tetap tenang. Dia pun bicara mengenai pentingnya bangunan tahan gempa di kawasan tersebut.

"Kewaspadaan tetap perlu dijaga, kita tingkatkan, namun juga tenang. Artinya, gimana caranya waspada tapi tenang, itu kan pertanyaannya. Tapi itu bisa, yaitu dengan menyiapkan sarana-prasarana untuk rumah-rumah kita dipastikan memang sudah cukup tahan terhadap gempa," ucapnya.

"Konstruksi bangunan rumah-rumah ini kebanyakan yang roboh, di mana pun di Indonesia ini selalu di pojok-pojoknya selalu tidak ada kolong atau slup, dan artinya caranya waspada," lanjutnya.

Menurut Dwikorita, jika bangunan di sana masih banyak yang belum tahan gempa, Pemkot setempat diminta berkonsultasi dengan Dinas PUPR. Dwikorita mengatakan bangunan seperti sekolah hingga rumah sakit perlu dibuat dengan konstruksi tahan gempa.

"Terutama bangunan-bangunan publik, untuk sekolah, perkantoran, pasar. Itu akan ada banyak orang di sana, jadi mohon dipastikan bangunannya tahan gempa, rumah sakit dipastikan memang sudah siap mengalami guncangan sampai M 7,7, ini yang tertinggi tercatat," tegasnya.

Terakhir, Dwikorita meminta warga tenang ketika menghadapi gempa. Dia juga meminta Pemkot memastikan titik kumpul untuk warga.

"Sehingga kalau ada gempa lepas mengenai tubuh kita, nah itu mohon dipastikan jalur evakuasi kalau ada gempa di gedung bertingkat atau RS. Siapkan titik kumpul, juga potensi tsunami juga bisa terjadi," sebutnya.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,1 mengguncang Melonguane, Sulut. Berdasarkan catatan BMKG, gempa dirasakan cukup kuat.

"Pusat gempa berada di laut, 39 km tenggara Melonguane," kata BMKG di akun Twitternya, Sabtu (22/1).

Gempa terjadi pada pukul 09.26 WIB dengan titik koordinat 3,67 Lintang Utara dan 126,82 Bujur Timur. Kedalaman gempa 12 kilometer.

(zap/jbr)