BMKG Terima Laporan Kerusakan Dampak Gempa M 6,1 Melonguane Sulut

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 11:14 WIB
Seismograph with paper in action and earthquake - 3D Rendering
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/Petrovich9)
Jakarta -

Gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,1 mengguncang Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut). BMKG menerima laporan adanya kerusakan di salah satu desa di Pulau Kabaruan akibat gempa tersebut.

"Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan di Desa Pangeran, Pulau Kabaruan, yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangannya, Sabtu (22/1/2022).

Gempa M 6,1 Melonguane memang dirasakan dalam skala MMI III-IV. Artinya, bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Gempa susulan terjadi pukul 10.19 WIB.

Pengamatan BMKG menunjukkan adanya lima aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock dengan magnitudo terbesar M 3,7. Kepada masyarakat, BMKG mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," imbuhnya.

Gempa M 6,1 sebelumnya mengguncang Melonguane, Sulut. Berdasarkan catatan BMKG, gempa dirasakan cukup kuat.

"Pusat gempa berada di laut 39 Km Tenggara Melonguane," kata BMKG di akun Twitternya, Sabtu (22/1).

Gempa terjadi pada pukul 09.26 WIB dengan titik koordinat 3,67 Lintang Utara dan 126,82 Bujur Timur. Kedalaman gempa 12 kilometer.

(rfs/hri)