MPR Akan Perbanyak Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di 2022

Zefanya Aprilia - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 21:49 WIB
Bamsoet
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan pihaknya akan melakukan peningkatan 'vaksinasi ideologi' melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Hal itu merupakan upaya mencegah potensi perpecahan bangsa dari gerakan radikalisme, intoleran dan berbagai serangan ideologi transnasional.

Intensitas sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang selama ini dilakukan 2 kali pertahun kini ditingkatkan menjadi 6 kali. Sosialisasi dilakukan oleh 711 anggota MPR RI, yang terdiri dari 575 anggota DPR RI dan 136 anggota DPD RI.

"Peningkatan vaksinasi ideologi tersebut sangat penting, terlebih ditengah pandemi Covid-19, jangan sampai pandemi COVID-19 yang menyebabkan pandemi kesehatan dan ekonomi, juga mengakibatkan pandemi moral berupa terpinggirkannya nilai-nilai luhur, kearifan lokal, dan jati diri bangsa," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (21/1/2021).

Hal itu diungkapkan Bamsoet usai Rapat Pimpinan MPR RI yang dihadiri lengkap 10 pimpinan MPR RI di Komplek MPR RI, Jakarta, Selasa (18/1).

Bamsoet menjelaskan, Rapat Pimpinan MPR RI juga memberikan tugas kepada pimpinan MPR RI untuk turun menjangkau 34 provinsi Indonesia. Dari 10 pimpinan MPR RI, masing-masing akan turun ke 3 provinsi. Sementara untuk provinsi yang memiliki otonomi khusus seperti Papua, Papua Barat, dan juga Aceh, akan didatangi secara kolektif oleh pimpinan MPR RI.

"Jangan sampai dalam lima tahun kepemimpinan MPR RI, ada provinsi yang belum tersentuh didatangi. Dari Aceh sampai Papua, merupakan satu kesatuan wilayah kedaulatan, yang harus tetap dijaga keharmonisannya," pungkas Bamsoet.

Rapat Pimpinan MPR RI juga mengagendakan agar kajian terhadap Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) pada April 2022. Salah satu fungsi PPHN, kata Bamsoet, adalah untuk menjadi petunjuk pembangunan Ibu Kota Negara baik untuk pemerintahan Presiden Joko Widodo maupun presiden-presiden penggantinya.

Selain itu, Bamsoet mengatakan MPR akan kembali memasifkan pembentukan Majelis Syuro Dunia (World Consultative Assembly), yang sempat tertunda karena pandemi Covid-19. Pembentukan World Consultative Assembly yang digagas MPR itu, bertujuan untuk menjadi wadah berhimpun dan bertukar pikiran berbagai lembaga negara.

(prf/ega)