Bamsoet: Generasi Muda Lainnya Jangan Kalah dari Ghazali

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 21:33 WIB
Bamsoet dan Ghazali
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi anak muda yang tidak hanya bisa beradaptasi, melainkan juga bisa memanfaatkan kemajuan teknologi informasi sehingga membawa keuntungan ekonomi. Seperti Ghazali 'Everyday' yang meraup keuntungan hingga miliaran rupiah, hanya dengan menjual selfie jadi Non Fungible Token (NFT) di platform OpenSea.

"Aktif di NFT dengan menjual foto selfienya di platform OpenSea sejak lulus SMK pada tahun 2017, kini Ghazali bisa merasakan berkah perjuangannya selama lima tahun tersebut. Dari 932 foto selfie yang ia jual, yang termahal laku mencapai Rp 95 juta rupiah. Kabarnya, dari seluruh foto yang terjual tersebut, Ghazali bisa mendapatkan uang mencapai Rp 1,5 miliar. Nilai kapitalisasinya dikabarkan menembus Rp 13,8 miliar," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (21/1/2022).

Usai Ngobrol Asyik (Ngobras) bersama Ghazali dan Rudy Salim di Studio Digital Bamsoet Channel, di Jakarta, Rabu (19/1), Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan pembeli sekaligus kolektor foto selfie Ghazali bukanlah orang sembarangan. Melainkan tokoh publik seperti 'Crazy Rich' Rudy Salim serta Chef Arnold Poernomo. Bahkan Rudi Salim yang termasuk pembeli pertama foto Ghazali dengan harga USD 3 (sekitar Rp 42 ribu), juga merasakan dampaknya. Karena jika dijual kembali, nilai foto Ghazali kini bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

"Setiap foto selfie Ghazali yang dijual oleh si pembeli awal ke pembeli lainnya, Ghazali mendapatkan keuntungan royalti sebesar 10 persen dari transaksi penjualan tersebut. Karena itu, pendapatan Rp 1 miliar Ghazali dari foto selfienya tersebut sangat mungkin bisa bertambah," jelas Bamsoet.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia ini menerangkan, besarnya nilai jual foto selfie Ghazali tidak hanya terletak dari sisi fotonya saja, melainkan ada perjuangan besar di baliknya. Menurut Bamsoet, berbagai capaian Ghazali tersebut tidak lepas dari kegigihannya yang terus menerus mengunggah foto selfie selama lima tahun.

"Sehingga dari setiap foto selfienya tersebut terdapat kisah dan makna dibaliknya. Hal itulah yang menjadikan pembeli tertarik mengoleksi foto selfie Ghazali. Kisah Ghazali ini harus menjadi inspirasi agar generasi muda lainnya jangan sampai kalah oleh Ghazali. Banyak peluang yang bisa didapatkan dari kemajuan teknologi informasi, yang terpenting kita harus jeli memanfaatkan peluang tersebut," pungkas Bamsoet.

Obrolan Bamsoet bersama Ghazali 'Everyday' dan juga Rudi Salim selengkapnya dapat disaksikan di kanal Youtube Bamsoet Channel.

(prf/ega)