Bambang Pacul Singgung Dukungan Partai Buat Modal Nyapres, Sindir Siapa?

Ragil Ajiyanto - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 20:08 WIB
Ketua DPP Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul saat di Boyolali, Rabu (19/1/2022)
Ketua DPP Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Bambang 'Pacul' Wuryanto (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Ketua DPP Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul menyinggung soal perlunya dukungan partai buat modal maju pilpres. Bambang Pacul pun menegaskan memilih capres bukan berdasarkan survei. Sindir siapa?

Mulanya Bambang ditanya soal peluang Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka maju Pilgub Jawa Tengah. Bambang pun menjawab diplomatis soal semua orang memiliki kesempatan untuk dipilih, namun ada aturannya.

"Hari ini siapa pun oleh Tap MPR Nomor 1/2003, itu setiap manusia (warga negara Indonesia) berhak dipilih dan memilih. Itu pasal, semua punya hak," kata Bambang Wuryanto di sela mendampingi Ketua DPR RI Puan Maharani meninjau vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SDN 1 Sawahan, Ngemplak, Boyolali, Rabu (19/1/2022).

"Jadi Pak Bambang Pacul pengin jadi presiden ya boleh. Punya partai nggak, punya dukungan nggak? Kan tanya dong. Kan gitu," sambung dia.

Bambang Pacul lalu kembali membahas soal pilpres. Ketua DPD PDIP Jawa Tengah itu pun mengingatkan perlunya modal dukungan parpol untuk maju Pilpres, bukan cuma unggul di survei. Tanpa memerinci siapa yang dia maksud.

"Surveinya tinggi pak ini. Lha duwe partai ora (punya partai nggak)? Wong kita sudah ada aturannya kok. Meski kita punya hak dipilih dan memilih tapi ada aturan. Nek pengin jadi capres yang didukung partai atau gabungan partai. Kepala daerah, independen boleh, tapi calon presiden nggak boleh (independen)," terang dia.

Bambang Pacul pun menekankan pentingnya melihat rekam jejak sosok capres bukan berdasarkan data unggul di survei.

"Kalian itu janganlah memilih seorang pemimpin atas dasar survei. Ini aku berbeda nih. Kalau kamu mau memilih pemimpin atas dasar survei, kamu nanti keliru, kamu ditipu dengan persepsimu. Gitu loh," cetusnya.

Bambang menyebut memilih calon pemimpin harus dilihat dari track record-nya. Dia pun mengibaratkan rekam jejak itu kapasitas mesin alias cubicle centimeter (cc).

"Kapasitas itu cc, kecerdasan. Ngurusi negara dengan 17 ribu lebih pulau dalam situasi hari ini, kalau CC-nya rendah itu, ya ibaratnya cc Suzuki Carry. Lha dalane mbletok sitik macet (jalannya jelek sedikit macet). Kan gitu loh, janganlah begitu," ucap Ketua Komisi III DPR ini.

(ams/ahr)