Ada Kasus Positif COVID-19 di SMPN 85 Jakarta, 30 Siswa Dites PCR

Nahda Rizki Utami - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 16:59 WIB
Ada Kasus Positif COVID-19 di SMPN 85 Jakarta, 30 Siswa di Tes PCR
Ada kasus positif COVID-19 di SMPN 85 Jakarta, 30 siswa dites PCR. (Nahda Rizki Utami/detikcom)
Jakarta -

Seorang siswa di SMPN 85 Jakarta terkonfirmasi positif COVID-19. Pihak sekolah bekerja sama dengan puskesmas menggelar tes swab PCR kepada 30 siswa dan tiga guru yang berada di kelas yang sama dengan siswa yang positif COVID-19.

"Dan langkah hari ini dari puskesmas sendiri mereka melaksanakan tracing hari ini kepada 30 siswa yang ada di dalam kelas yang sama," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 85 Jakarta, Faridah, Jumat (21/1/2022).

"Jadi kita mengikuti arahan dari puskesmas bahwa guru yang mengajar pada hari itu diharapkan untuk melakukan swab pada hari ini. Itu cuma 3 guru yang di-swab," tambahnya.

Faridah mengatakan satu siswa yang positif COVID-19 tertular oleh salah satu anggota keluarganya. Saat itu, siswanya mengeluh tidak enak badan.

"Jadi di rumahnya itu mereka habis ada kegiatan kumpul bersama, kemudian keluarga yang ikut kumpul itu ternyata dua hari demam, kemudian di-PCR, ternyata positif COVID," kata Faridah di SMPN 85 Jakarta, Jumat (21/1/2022).

Ada Kasus Positif COVID-19 di SMPN 85 Jakarta, 30 Siswa di Tes PCR30 siswa dites PCR buntut adanya siswa yang positif Corona. (Nahda Rizki Utami/ detikcom)

Faridah menjelaskan siswa itu sempat datang ke sekolah pada Rabu (19/1) dan mengeluh tidak enak badan. Kemudian siswa tersebut dites PCR pada keesokan harinya. Hasilnya, siswa itu terkonfirmasi positif COVID-19.

"Kemudian peserta didik kami tetap berkegiatan sampai hari Rabu dia masuk kemudian jam setengah 8 pagi anak itu pulang dijemput orang tua karena mengeluh tidak enak badan. Kemudian hari Kamis di-PCR oleh orang tuanya. Hasilnya positif," jelas Faridah.

Pihak sekolah juga menutup satu kelas yang terdapat siswa positif COVID-19. Satu kelas itu ditutup selama lima hari dan siswa melakukan kegiatan pembelajaran dari rumah, sedangkan kelas yang lain tetap belajar di sekolah.

"Yang anak-anaknya memiliki keterkaitan dengan peserta didik yang terindikasi COVID itu jadi cuma satu kelas yang dinonaktifkan. Kegiatan tetap dilakukan secara BDR, jadi tetap hak anak untuk mendapatkan pendidikan tetap kita berikan," ucap Faridah.

"Belajar tetap belajar di sekolah. Tadi tetap belajar dan peserta didik yang datang juga tetap dan tidak ada perubahan karena memang kami memberikan informasi kepada orang tua bahwa kami melakukan dengan SOP yang ada," tambahnya.

Faridah memastikan siswanya yang positif COVID-19 bukan terpapar varian Omicron. Lebih lanjut, Faridah juga mengatakan sempat ada kepanikan dari orang tua murid akibat adanya satu siswa yang positif COVID-19.

"Bukan Omicron. Sejauh ini terpapar COVID-19 aja. Dari hasil PCR yang kami terima itu," ucap Faridah.

"Kalau kepanikan mungkin iya karena mereka belum tahu langkah apa yang sekolah sudah lakukan dan kenapa kok sekolah lain mungkin diliburkan secara menyeluruh sedangkan kita tidak. Kembali lagi bahwa kita mengikuti arahan dari puskesmas," ujarnya.

Simak juga video 'Data Terkini Kasus Varian Delta-Omicron di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)