Pertama Terjadi Interupsi Saat Jumpa Pers Sejak KPK Pamerkan Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 12:58 WIB
Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur (Jatim) Itong Isnaeni Hidayat membantah omongan pimpinan KPK saat menggelar konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (20/1/2022) malam.
Itong Isnaeni saat melakukan interupsi di tengah jumpa pers (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Jumpa pers KPK secara tiba-tiba diinterupsi. Adanya interupsi di tengah-tengah jumpa pers KPK ini baru pertama kali terjadi.

Adalah hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Itong Isnaeni Hidayat yang menginterupsi jalannya jumpa pers. Interupsi itu dilakukan saat Itong dihadirkan sebagai tersangka dalam konferensi pers yang digelar di gedung Merah Putih KPK, Kamis (20/1).

Sebagai informasi, Itong ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap vonis perkara PT SGP. Itong ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Cara KPK 'Pamerkan' Tersangka

Interupsi ini baru pertama kali terjadi sejak KPK 'memamerkan' tersangka korupsi. Sejak dipimpin Firli Bahuri sebagai ketua, KPK memiliki cara lain saat mengumumkan tersangka, yaitu 'memamerkan' tersangka di latar belakang dengan menampilkan punggung para tersangka.

Namun selama ini belum pernah ada peristiwa apa pun yang menonjol. Interupsi yang dilakukan Itong menjadi peristiwa bersejarah dalam pemameran tersangka oleh KPK.

Pernah Dikomentari

Gaya baru KPK 'memamerkan' tersangkanya sempat dikomentari mantan pimpinan KPK Laode M Syarif. Dia menyebut 'cara' konferensi pers semacam itu tidak pernah terjadi sebelumnya.

"Selama empat periode tidak pernah terjadi (menampilkan tersangka saat konferensi pers)," ujar Syarif kepada wartawan, Selasa (28/4/2020).

"Yang saya tahu, hal yang seperti itu sering dilakukan di Polri," imbuh Syarif.

Bila dibandingkan dengan KPK era sebelumnya, tidak pernah ada 'pameran' tersangka sebagai latar belakang saat pengumuman tersebut. Namun para tersangka biasanya dimunculkan saat hendak ditahan dengan mengenakan rompi tahanan warna oranye.

Ketua KPK Firli Bahuri pernah berkata tentang penangkapan tersangka yang statusnya belum disampaikan ke publik. Firli sempat menyampaikan cara itu merupakan ciri khas kerja KPK saat ini.

"Adapun penangkapan yang dilakukan tanpa pengumuman status tersangka adalah ciri khas dari kerja-kerja senyap KPK saat ini, tidak koar-koar di media dengan tetap menjaga stabilitas bangsa di tengah COVID-19," kata Firli.

Simak momen Itong interupsi di halaman selanjutnya.

Simak Video: Momen Hakim Itong Bantah Wakil Ketua KPK Saat Konferensi Pers

[Gambas:Video 20detik]