Kakek Nenek di Jakbar Rela Kebanjiran demi Jaga Gerobak Dagangan

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 21:11 WIB
Kakek nenek di Tegal Alur Jakarta Barat bertahan di rumah mereka yang banjir demi jaga gerobak dagangan agar tak hilang.
Kakek nenek di Tegal Alur, Jakarta Barat, bertahan di rumah mereka yang banjir demi menjaga gerobak dagangan agar tak hilang. (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Sepasang suami-istri yang telah lanjut usia (lansia), Taufik (62) dan Carti (60), menolak mengungsi saat banjir merendam rumahnya di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar). Mereka memilih bertahan di rumah untuk menjaga gerobak dagangannya agar tak hanyut terbawa air atau hilang.

"Orang pada nyuruh, anak juga nyuruh evakuasi ke rusun, tapi saya enggak mau. Kita ngejagain benda paling berharga, gerobak dagangan. Kalau kita keluar, ini takutnya nggak selamat," ungkap Taufik kepada wartawan, Kamis (20/1/2022).

Taufik dan Carti tetap bertahan di rumah karena takut gerobak dagangan tersebut hanyut atau diambil orang. Saat ditemui, tinggi banjir di rumah mereka 40 sentimeter setelah sebelumnya mencapai 1 meter.

"Bagi orang mungkin segerobak itu nggak ada duitnya. Bagi saya itu paling berharga. Saya belanja sekantong plastik besar saja harganya Rp 500 ribu, nggak banyak," jelas Taufik.

"Nggak tahu dah (jumlah kerugiannya). Nggak bisa dihitung, soalnya masih dibersihin. Kalau masih laku, saya selametin," sambungnya.

Warga Tegal Alur ini rela tidur di depan rumah beralaskan kayu demi gerobak dagangannya. Ini dilakukan agar mereka bisa memegangi gerobak dagangannya jika nanti air meninggi lagi dan arus air makin deras.

Pasutri lansia ini menceritakan saat-saat banjir tersebut datang secara tiba-tiba. Carti menyebut air dari arah Kali Semonggol tiba-tiba datang pada Selasa (18/1), sekitar pukul 10.00 WIB.

"Tiba-tiba air dari situ (arah Kali Semonggol) udah kayak bah, kebuka tiba-tiba gitu. Biasanya kan kemarin-kemarin kalau banjir tuh pelan-pelan, terus naik pelan-pelan. Ini tiba-tiba banyak, sekaligus," jelas Carti.

"Saya cuma bisa diam, nggak sanggup soalnya saat itu. Orang laki pada kerja, suami saya juga di Kota lagi belanja dagangan. Gerobak tenggelem, airnya kemarin sedada saya tingginya," sambungnya.

Berdasarkan data BPBD Provinsi DKI Jakarta pada 20 Januari 2022, saat ini hanya tersisa 9 RT di Jakarta Barat yang masih tergenang banjir. Data ini tercatat per pukul 06.00 WIB.

Banjir yang memiliki ketinggian 40 cm ini disebabkan oleh curah hujan tinggi. Adapun 9 RT tersebut tersebar di 3 kelurahan, yakni:

- Kelurahan Tegal Alur
- Kelurahan Cengkareng Barat
- Kelurahan Semper Timur

Simak video 'Data Lengkap Banjir di Jakarta 18 Januari Imbas Hujan Ekstrem':

[Gambas:Video 20detik]

(ain/aud)