Itong Isnaeni Hidayat Hakim PN Surabaya Ditangkap KPK, Siapa Dia?

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 17:13 WIB
Itong Isnaeni Hidayat merupakan seorang hakim senior di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Itong terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pagi tadi.
Siapa Itong Isnaeni Hidayat, Hakim PN Surabaya yang Ditangkap KPK? (Foto: dok PN Surabaya)
Jakarta -

Itong Isnaeni Hidayat merupakan seorang hakim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Itong terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pagi tadi.

"Bahwa pagi tadi sekitar pukul 05.00-05.30 WIB, KPK datang ke kantor PN Surabaya dan di dalam mobilnya dilihat ada Saudara Itong Isnaeni Hidayat SH MH, hakim PN Surabaya. Begitu pula informasi yang diterima nama panitera pengganti bernama Hamdan SH juga diamankan," kata jubir Mahkamah Agung (MA) hakim agung Andi Samsan Nganro saat dimintai konfirmasi, Kamis (20/1/2022).

Simak ulasan berikut ini mengenai Itong Isnaeni Hidayat yang ditangkap KPK.

Itong Isnaeni Hidayat: Terjaring OTT KPK

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas nama Itong Isnaeni Hidayat dijerat KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Itong diduga bertransaksi suap terkait perkara di pengadilan.

Itong Isnaeni Hidayat diamankan KPK bersama dengan panitera pengganti di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Mohammad Hamdan. Selain hakim dan panitera, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebutkan ada pengacara yang diamankan. Secara terpisah, Ketua KPK Firli Bahuri hanya menyampaikan saat ini timnya masih bekerja untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

"Terima kasih perhatiannya, kami bekerja dulu ya," ujar Firli

Saat ini, Itong Isnaeni Hidayat beserta pihak lain yang terjaring OTT masih berstatus sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka yang terjaring OTT.


Itong Isnaeni Hidayat: Pernah Membebaskan Koruptor

Saat menjadi hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Lampung, Itong Isnaeni Hidayat sempat menjadi hakim yang mengadili mantan Bupati Lampung Timur Satono dengan nilai korupsi Rp 119 miliar dan mantan Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurna Jaya dengan nilai korupsi Rp 28 miliar. Saat itu Itong menjadi hakim anggota.

Hasilnya, pada 2011, Itong Isnaeni Hidayat membebaskan Satono dan Andy. Di tingkat kasasi, akhirnya Satono dihukum 15 tahun penjara dan Andy dihukum 12 tahun penjara.

Atas putusan bebas Satono dan Andy, Itong Isnaeni Hidayat sempat diperiksa Mahkamah Agung (MA). Itong terbukti melanggar sejumlah aturan dan diskors ke Pengadilan Tinggi (PT) Bengkulu.

Setelah hukuman skorsnya pulih, Itong kembali bekerja. Sebelum bertugas di PN Surabaya, ia sempat bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

Itong Isnaeni Hidayat punya kekayaan Rp 2 miliar. KPK pun menyita sejumlah uangnya. Simak halaman berikutnya.