Beda Persepsi di Balik Atap Masjid Dibongkar Gegara Mirip Gereja

Faruq Nickyrawi - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 15:45 WIB
Viral atap masjid di BIma dibongkar warga karena dinilai mirip gereja (dokumen istimewa)
Foto: Pool
Bima -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima mengungkap ada faktor perbedaan persepsi di balik aksi pembongkaran atap masjid gara-gara dinilai mirip gereja. Warga menganggap bahwa masjid atapnya harus berkubah.

"Ini kan cuma soal persepsi saja karena masyarakat menganggap bahwa bentuk atap masjid itu dianggap mirip dengan bangunan ibadah agama lain katakanlah mirip atap gereja," kata Kabag Humas Pemkab Bima Yan Suryadin kepada detikcom, Kamis (20/1/2022).

Lokasi masjid yang atapnya dibongkar ini diketahui berada di Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Suryadin, perkara pembongkaran atap masjid tersebut awalnya diminta oleh elemen masyarakat kepada pelaksana proyek untuk membongkar dan menggantinya.

Permintaan tersebut disampaikan karena mereka menilai atap masjid yang baru selesai dibangun itu mirip gereja. Perdebatan kemudian muncul hingga terus berlanjut dan membias. Alhasil, Camat Bolo bersurat ke pelaksana proyek untuk menghentikan pekerjaan sebelum adanya keputusan lebih lanjut dari pemerintah.

"Ada elemen masyarakat katakanlah forum umat islam, meminta di sana untuk dilakukan pembongkaran atap karena dianggap mirip dengan gereja. Kemudian berkembang dengan masyarakat lain dan Camat Bolo bersurat ke pelaksana untuk menghentikan proses pembangunan sebelum ada keputusan lebih lanjut," jelasnya.

Menurut Suryadin, perbedaan persepsi merupakan hal yang lumrah. Dia mencontohkan rumah-rumah ibadah yang terdapat di Jawa, ada masjid yang mirip dengan bangunan tempat ibadah umat Hindu. Hal yang sama terdapat di Bali dan bahkan di Turki, terdapat gereja yang atapnya mirip dengan kubah masjid.

"Soal persepsi kan bisa berbeda-beda, Di Jawa ada yang mirip dengan agama Hindu, malah di Turki ada gereja yang mirip kubah masjid," tuturnya.

Dengan adanya pembongkaran itu, Pemkab Bima bersurat ke Kementerian PUPR dan bertemu dengan Balai Prasarana wilayah NTB hingga ke BWS. Pemkab Bima meminta pelaksana proyek membangun kembali atap masjid sesuai dengan kesepakatan masyarakat, yakni bangunan masjid yang lazim yang bentuknya berkubah.

"Tapi kita akan menjaga jangan sampai itu menimbulkan instabilitas daerah. Pemerintah bersikap cepat menyurat ke PU agar tidak menimbulkan gejolak. Supaya juga bisa mencerminkan kelaziman di Kabupaten Bima, Kota Bima, bahkan di Dompu bahwa masjid itu harus ada kubahnya. Itulah yang disepakati pelaksana proyek untuk mengubahnya," pungkas Suryadin.

Simak Video 'Momen Warga Bongkar Atap Masjid di Bima Gegara Dinilai Mirip Gereja':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/mud)