Kepala BSSN Ungkap Rangkaian Gangguan PeduliLindungi: Dari Awal Tak Mulus

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 14:10 WIB
Sudah Vaksin Tapi Belum Dapat SMS, Ini Solusinya
Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Kepala Badan Siber Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian mengungkap sejumlah gangguan pada aplikasi PeduliLindungi. Hinsa menyebut aplikasi PeduliLindungi tak pernah mulus dari kendala sedari awal dioperasikan.

"Ada beberapa kendala dalam penanganan aplikasi PeduliLindungi. Tapi ini tetap kita coba menyelesaikan. Jadi memang PeduliLindungi dari awal tidak mulus juga, banyak kendala. Tapi kendala tersebut dapat kita atasi," kata Hinsa dalam rapat di Komisi I DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Berikut rincian gangguan pada PeduliLindungi:

1. 5 dan 6 September 2021 waktu gangguan kerja. Gangguannya, akses PeduliLindungi lambat dikarenakan terdapat gangguan koneksi ke server. Kemudian penyebab, infrastruktur tidak memadai. Saran BSSN adalah melakukan pengaturan dan perangkat jaringan dan perangkat jaringan.

2. 7 September 2021, terjadi lagi gangguan sebagian layanan aplikasi PeduliLindungi terganggu. Penyebab, infrastruktur tidak memadai. Kemudian BSSN melakukan pembatasan akses pada segmentasi alamat IP penyerang.

3. 8 September gangguan lagi. Kemudian aplikasi PeduliLindungi tak dapat diakses. Penyebabnya adalah tingginya traffic pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) dan adanya kendala pada perangkat keamanan jaringan. BSSN sudah membantu mereka memberi saran meng-update prime war dan restart perangkat keamanan.

4. 15 September 2021 gangguan lagi. Aplikasi PeduliLindungi mengalami gangguan akses, tingginya traffic pada PDNS. Kemudian BSSN melakukan pembatasan akses dan pemindahan perangkat jaringan.

Kembali ke Hinsa. Dia memastikan BSSN sampai saat ini tetap dan akan terus bekerja membantu keamanan PeduliLindungi.

"Jadi memang PeduliLindungi mudah-mudahan sampai saat ini, ke depan juga tetap kita bisa amankan, karena sudah menjadi masalah kepentingan nasional di situ, dan kita tetap bekerja sampai saat ini membantu dari sisi keamanannya," jelas Hinsa.

(zap/zak)