Sederet Upaya BSSN Dorong Pembangunan SDM Siber Indonesia

Inkana Putri - detikNews
Senin, 20 Des 2021 14:39 WIB
Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian
Foto: BSSN
Jakarta -

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terus meningkatkan pembangunan SDM keamanan siber dan sandi di Indonesia. Salah satunya dengan melakukan kerja sama dan kolaborasi bersama stakeholders, mulai dari institusi pemerintah, universitas, komunitas, praktisi, serta swasta.

Di samping itu, BSSN juga melakukan sosialisasi mengenai Peta Okupasi Nasional Keamanan Siber yang telah dirancang dan diresmikan pada tahun 2019. Peta ini menunjukkan profesi di bidang keamanan siber yang berjumlah lebih dari 30 jenis okupasi dengan keahlian berbeda.

Dalam hal ini, Peta Okupasi Nasional Keamanan Siber menjadi strategi BSSN untuk mendorong perkembangan SDM keamanan siber yang mampu meningkatkan keamanan siber nasional.

"Pembangunan tentunya bukan hanya fisik secara teknologi, namun kita juga membangun sumber daya manusianya. SDM merupakan kunci dalam menjaga keamanan siber," ucap Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian dalam keterangan tertulis, Senin (20/12/2021).

Lebih lanjut, Hinsa menjelaskan SDM keamanan siber dan sandi negara nantinya akan dikembangkan melalui Riset and Development (RND). Dengan demikian teknologi BSSN dapat memiliki teknologi terkini. BSSN juga akan mengembangkan penelitian dan pengembangan (Litbang) dengan lembaga-lembaga Litbang negara dan perguruan tinggi.

"Peran nyata BSSN dalam pembangunan SDM di antaranya diwujudkan melalui program-program yang dapat mendukung pengembangan ekosistem ekonomi digital di Indonesia, seperti Literasi Keamanan Siber untuk para pelaku startup e-commerce, workshop secure coding bagi pengembang startup digital, seminar dan edukasi ke masyarakat tentang kesadaran keamanan data pribadi," paparnya.

Di tahun 2021, BSSN juga melaksanakan program literasi, penerapan, dan penilaian keamanan informasi pada pelaku usaha. Hinsa menyebut kegiatan ini dilakukan guna mendukung program stimulus ekonomi melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Adapun program ini dilakukan khususnya bagi pelaku UKM di destinasi pariwisata super prioritas seperti Labuan Bajo, Likupang, serta Bali.

Selain itu, Hinsa mengatakan BSSN telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Informasi dan Komunikasi Golongan Pokok Aktivitas Pemrograman, Konsultasi Komputer. dan kegiatan yang berhubungan dengan Bidang Security Operation Center (SOC).

Upaya pembangunan SDM, kata Hinsa, juga diwujudkan melalui pencetakkan bibit unggul ahli keamanan siber di Politeknik Siber dan Sandi Negara dengan menghasilkan 247 lulusan (2019-2021). Sementara, melalui program pelatihan teknis dan fungsional keamanan siber, Pusat Pengembangan SDM BSSN telah mendidik lebih dari 3.000-an peserta (2019-2020).

Hinsa menyebut pihaknya tidak hanya menyasar peningkatan kuantitas dan kualitas SDM penyelenggara atau pengelola sistem elektronik. Namun, pembangunan SDM juga menyasar pada terwujudnya budaya keamanan siber para pengguna sistem elektronik di Indonesia.

"Kampanye budaya keamanan siber terus digalakan atau ditingkatkan oleh BSSN kepada masyarakat publik, di antaranya melalui program Kampanye Literasi Keamanan Siber BSSN atau yang lebih populer dengan KLiK BSSN dan berbagai program kampanye digital lainnya terkait keamanan siber," jelasnya.

Berdasarkan Indonesia Millennial Report 2019 yang dipublikasikan IDN Research Institute, tercatat 94% generasi milenial terkoneksi dengan internet. Hal ini menunjukkan generasi milenial berpotensi besar dalam menjembatani kesenjangan digital, yang menjadi salah satu tantangan terbesar di era digital.

Hinsa menyampaikan generasi milenial berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi digital. Adapun ekonomi digital Indonesia diprediksi akan menjadi yang terbesar di ASEAN di tahun 2025 dengan nilai pasar mencapai US$ 100 juta miliar dan 3,7 juta lapangan pekerjaan baru akan terbuka pada tahun yang sama.

Hal ini terlihat dari jumlah startup di Indonesia hingga awal 2020 yang mencapai lebih dari 3.000 perusahaan dengan pertumbuhan tertinggi di tiga sektor, yaitu on demand services, financial technology (fintech), dan e-commerce.

Untuk terus memicu peningkatan dan pembangunan SDM di bidang keamanan siber dan persandian, Hinsa mengatakan BSSN juga memberikan penghargaan bagi warga negara Indonesia yang memiliki kinerja, inovasi, pengabdian, dan/atau prestasi. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kinerja, inovasi, kebanggan, keteladanan, semangat, dan motivasi dalam memajukan bidang keamanan siber dan persandian.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menyampaikan pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama untuk mendorong SDM yang pekerja keras dan dinamis. Adapun hal ini diungkapkan usai dilantik sebagai Presiden 2019-2024 pada 20 Oktober 2019.

Terkait hal ini, pemerintah akan membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemerintah juga akan mengundang talenta-talenta global untuk bekerja sama dengan Indonesia.

"Itu pun tidak bisa diraih dengan cara-cara lama, cara-cara baru harus dikembangkan. Kita perlu endowment fund yang besar untuk manajemen SDM kita," kata Jokowi.

Jokowi menilai diperlukan juga pengoptimalan kerja sama dengan industri, serta penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri. Adapun sejumlah program tersebut menjadi dasar penting untuk menyiapkan bonus demografi pada 2030 di Indonesia.

(fhs/ega)