Kisah Dramatis Rudy Selamatkan Diri Saat Erupsi Semeru dengan Keterbatasan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 02 Jan 2022 19:02 WIB
Rudy dan keluarga, pengungsi Semeru
Rudy pengungsi Semeru / Foto: Dok. berbuatbaik.id
Jakarta -

Bagi Rudy dan keluarganya, detik-detik erupsi Gunung Semeru menjadi tragedi yang membekas di ingatan. Rudy yang memiliki keterbatasan sempat kesulitan untuk menyelamatkan diri.

Agus Rudy Hartono (25) memang terlihat tak memiliki masalah fisik. Namun sejak umur 14 tahun kakinya sakit hingga akhirnya tak bisa berjalan.

Karena tak ada biaya, keluhan ini tak kunjung ditangani. Rudy pun pernah mencoba menggunakan kruk namun kesulitan. Dari pemeriksaan bidan, diindikasikan terkena bakteri atau virus yang menjalar dari panggul hingga lutut dan harus diobservasi lebih lanjut.

Kakaknya, Suliyanto, kadang tak tega dengan penderitaan adiknya itu. Bahkan dia bersedia menukar kakinya dengan kaki adiknya.

"Seandainya kaki Rudy bisa ditukar sama kaki saya, saya tukar mas. Biar adik saya bisa jalan normal. Toh saya masih bisa berpikir lebih, bagaimana caranya bisa jalan. Kalau Rudy kan gak bisa. Seandainya bisa ditukar. Sayangnya gak bisa ditukar," ungkap Suliyanto sedih.

Bukan hanya itu, Rudy juga mengalami keterlambatan berpikir. Dengan berbagai keterbatasan ini, semua kebutuhan Rudy perlu dibantu oleh sang ibu, sementara sang ayah telah tiada.

Saat erupsi Semeru terjadi, Rudy tak bisa seperti pemuda lain yang cepat menyelamatkan diri. Sang ibu, Ngantri, menceritakan betapa dramatisnya upaya melarikan diri saat itu. Sehari-hari saja Rudy sulit berjalan, apalagi harus berlari kencang.

Kala itu, sang ibu harus menyeret Rudy dengan tubuh telungkup selama belasan kilometer. Rudy terguling, terperosok di kubangan tambang hingga nyaris tenggelam saat pegangan ibunya lepas.

"Waktu turun dari rumah saya tarik sekuat tenaga. Karena apa, dia nggak bisa jalan. Jalannya maaf kayak gini waktu itu telungkup. Ditarik biar bisa jalan. Saya juga sempat diinjak-injak sama orang yang juga melarikan diri, kena kepala saya. Saya nggak peduli pokoknya anak saya saya pegang terus jangan sampai lepas. Lalu naik ke tebing. Anak saya saya taruh di kepala, terus saya sundul-sundul dia. Saya suruh dia pegang apalah di atas. Pegang-pegang ya nak, pegang apa yang bisa dipegang, usaha nak. Siapa tahu kita masih bisa selamat," ucap Ngantri mengenang momen tragis itu kepada tim berbuatbaik.id beberapa waktu lalu.

Rudy dan keluarga, pengungsi SemeruIbunda Rudy pengungsi Semeru Foto: Dok. berbuatbaik.id

Rudy dulu memiliki kebun sebagai sumber bertahan hidup. Namun setelah erupsi semeru, kebun ini telah hancur. Rudy mempunyai mimpi, kelak dia ingin membantu ibunya mencari nafkah jika memiliki ternak. Dengan keadaan yang demikian sulit, dia menolak menyerah dan tetap melanjutkan hidup.

#sahabatbaik mari bersama kembangkan mimpi Rudy dan jangan biarkan harapannya terkubur tertimbun duka erupsi. Kamu bisa membantu Rudy dengan menyalurkan Donasi sekarang juga lewat berbuatbaik.id

Caranya yaitu dengan donasi lewat LINK BERIKUT INI.

Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan.

Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!

Simak Video: Penampakan Gunung Semeru Kembali Luncurkan Awan Panas

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)