Wisma Atlet Tambah 100 Nakes Antisipasi Lonjakan Omicron

Anggi Muliawati - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 13:19 WIB
Sejumlah pasien positif COVID-19 berolahraga di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (26/5/2021). Berdasarkan data pengelola, tingkat hunian pasien COVID-19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran saat ini menunjukkan peningkatan sebesar 10 persen dalam kurun waktu sembilan hari terakhir terhitung sejak Selasa (18/5/2021) yaitu dari 15,02 persen menjadi 25,21 persen. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Kasus Omicron di Indonesia terus bertambah. RSDC Wisma Atlet menambah tenaga kesehatan (nakes) untuk menghadapi gelombang Omicron.

"Jumlah nakes saat ini ada 1.698, jadi dibandingkan dengan kemarin kita sudah menambah 100 lagi," kata Koordinator Humas RSDC-19 Wisma Atlet, Kolonel dr Mintoro Sumego, kepada wartawan, Kamis (20/1/2022).

"Untuk nakes memang disesuaikan dengan keadaan pasien, sekarang sudah 2.600, untuk persiapan 3.000 kita sudah minta lagi supaya nggak telat," sambungnya.

Mintoro mengatakan data keseluruhan kasus COVID-19 yang dirawat di Wisma Atlet Kemayoran ada 2.636 pasien. Sedangkan untuk kasus Omicron sendiri ada 517 kasus.

"Penghuni Wisma Atlet saat ini 83% di antaranya PPLN atau sekitar 2.183, ini terjadi penurunan 4%, namun sisi lain untuk non-PPLN terjadi peningkatan 4%, sekarang penghuninya 17% atau sekitar 456 pasien," katanya

Mintoro mengatakan, selain menambah jumlah nakes, pihaknya sudah menyiapkan Tower 4 dan 7 untuk ruang isolasi jika terdapat lonjakan kasus COVID-19.

"Saat ini kita gunakan Tower 4, 5, 6 dan 7, jadi semua tower di Wisma Atlet sudah digunakan namun keterisian saat ini baru Tower 5 dan 6. Untuk Tower 4 dan 7 belum keisi tapi sudah siap kalaupun terjadi kelonjakan, udah tinggal diisi," katanya.

Mintoro mengatakan, untuk ruangan, pasien khusus Omicron dirawat di Tower 5 lantai 10 ke atas. Sedangkan non-Omicron berada di lantai 9 ke bawah.

"Tower kita pisah, karena masih cukup banyak tempat, jadi di Tower 5 di lantai 10 ke atas," katanya.

Mintoro mengatakan pemisahan tersebut bertujuan mencegah transmisi Omicron ke pasien lainnya yang non-Omicron.

"Untuk mencegah transmisi Omicron ke pasien lainnya yang tidak terjangkit Omicron, yang hanya terindikasi COVID-19 saja," katanya.

(idn/idn)