517 Kasus Omicron Dirawat di Wisma Atlet, 419 Pasien Sudah Sembuh

Anggi Muliawati - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 12:55 WIB
Ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tiba di kawasan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/12).
Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta -

Sebanyak 517 kasus positif virus Corona (COVID-19) varian Omicron dirawat di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebanyak 40 persen di antaranya tanpa gejala atau asimtomatik.

"Pasien Omicron hari ini kumulatif 517, dan sudah pulang 491, saat ini dirawat 26 pasien, rata-rata dari Turki, Arab Saudi, Amerika, Uni Emirat Arab, dan Inggris. (Sebanyak) 40% gejala asimtomatik, 60% gejala simtomatik," kata Koordinator Humas RSDC-19 Kolonel dr Mintoro Sumego di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (20/1/2022).

Sedangkan untuk non-pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) pasien Omicron, Mintoro mengatakan total ada 51 pasien, 39 di antaranya sudah diizinkan pulang.

"Untuk non-PPLN hari ini dirawat isolasi 12 orang, total keseluruhan ada 51, yang pulang 39 orang," katanya.

Mintoro mengatakan data keseluruhan kasus COVID-19 yang dirawat di Wisma Atlet Kemayoran ada 2.636 pasien. Jumlah tersebut sebagian besar merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

"Penghuni Wisma Atlet saat ini 83% di antaranya PPLN atau sekitar 2.183, ini terjadi penurunan 4%, namun sisi lain untuk non-PPLN terjadi peningkatan 4%, sekarang penghuninya 17% atau sekitar 456 pasien," katanya.

Mintoro menyebut tingkat kesembuhan varian Omicron dengan varian lain hampir sama. Namun, untuk tingkat keparahan, varian Delta dinilai lebih berat dibanding varian Omicron.

"Tingkat kecepatan kesembuhan Omicron dan jenis lain hampir sama, cuma gejalanya derajat ringan beratnya lebih berat Delta," katanya.

"Ini buktinya dari Omicron, dari sini keliatan tidak ada angka kematian dari yang terpapar omicron selama dimulainya Omicron pada Desember, sedangkan Delta pada Juni lalu kan tingkat kematiannya tinggi," sambungnya.

Lebih lanjut, Mintoro mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, tetap waspada, serta hindari bepergian.

"Jangan panik, jangan hindari karantina, jangan takut di-tracing," tuturnya.

(idn/idn)