KPK Cecar Eks Dirjen Kemendagri soal Aliran Dana Terkait Dana PEN

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 13:16 WIB
mantan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Ardian Noervianto
Mantan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Ardian Noervianto (Azhar/detikcom)
Jakarta -

KPK telah memeriksa mantan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Ardian Noervianto, terkait kasus dugaan suap pengajuan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional Daerah (PEN Daerah) tahun 2021. KPK mendalami Ardian soal aliran dana terkait perkara dan proses pengajuan dana PEN untuk wilayah Kolaka Timur (Koltim).

"Yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi antara lain mengenai adanya dugaan aliran sejumlah dana dalam pengurusan dana PEN untuk beberapa pihak yang terkait dengan perkara ini dan dikonfirmasi lebih jauh mengenai proses pengajuan dana PEN untuk wilayah Kabupaten Kolaka Timur," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (20/1/2022).

Ali mengatakan pemeriksaan itu dilakukan pada Rabu kemarin (19/1) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Setelah diperiksa, Ardian mengaku ditanya penyidik soal prosedur dana PEN.

"Iya (ditanya) soal dana PEN. Soal prosedur saja," kata Ardian saat keluar dari gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (19/1).

Ardian keluar dari gedung KPK pada pukul 14.28 WIB. Dia enggan berkomentar lebih banyak. Ardian lebih memilih melempar ke KPK saat ditanya lebih lanjut.

"Tanya penyidik ya," katanya.

Sebelumnya, KPK menyebut pihaknya kini sedang mengembangkan perkara dari kasus Bupati Kolaka Timur, yakni dugaan suap terkait pengajuan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional Daerah (PEN Daerah) tahun 2021. Mantan Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto diduga menjadi tersangka dalam kasus ini dan sudah dicegah ke luar negeri.

"Ya, (yang bersangkutan) itu ada pencegahan kan, kita cegah itu," kata Alex kepada wartawan, Rabu (29/12).

Berdasarkan sumber detikcom, Ardian Noervianto dibenarkan menjadi tersangka dalam dugaan suap tersebut. Namun Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menerangkan bahwa KPK belum bisa membeberkan siapa tersangkanya.

"Mengenai uraian lengkap perkara, siapa saja pihak-pihak siapa yang nantinya akan diumumkan sebagai tersangka disertai pasal sangkaan yang disangkakan belum dapat kami informasikan saat ini," kata Ali kepada wartawan, Rabu (29/12).

"Pada saat upaya paksa penangkapan dan penahanan, KPK akan mengumumkan pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka," tambahnya.

(azh/dwia)