Jokowi: Pandemi Berkepanjangan Telah Menimbulkan Luka yang Dalam

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 10:59 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pandemi COVID-19 yang berkepanjangan telah memberikan dampak signifikan bagi sejumlah sektor di Indonesia. Di sisi lain, Jokowi menyebut saat ini muncul disrupsi rantai pasokan global yang menyebabkan peningkatan harga.

"Pandemi yang berkepanjangan betul-betul menimbulkan luka yang dalam bagi sektor-sektor tertentu dan di saat yang sama telah terjadi global supply chain disruption yang memicu peningkatan harga komoditas dunia dan menimbulkan inflasi global yang semakin tidak menentu," kata Jokowi dalam pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan dan Peluncuran Taksonomi Hijau seperti disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/1/2022).

Jokowi meminta langkah OJK harus mampu mencegah meluasnya dampak COVID-19 bagi sektor perekonomian. OJK juga diminta lebih berinovasi dan membuat terobosan.

"Diperlukan strategi penanganan yang lebih spesifik, ini harus detail dan efektif serta penuh kehati-hatian agar tidak mengganggu upaya-upaya pemulihan yang sedang kita lakukan," ujar Jokowi.

Jokowi Minta Waspada Omicron

Mantan Gubernur DKI itu mengatakan penanganan pandemi di Indonesia sudah semakin baik. Kendati demikian, dia terus mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penularan COVID-19 varian Omicron.

"Tahun 2022 akan menjadi momentum, ini akan menjadi momentum dan penanganan pandemi sudah semakin terkendali meskipun hati-hati masih ada varian Omicron yang harus diwaspadai. Pencapaian vaksinasi juga terus meningkat, pagi tadi saya mendapatkan laporan pagi-pagi, sudah disuntikkan 301 juta vaksin kepada rakyat kita. Dosis satu 85 persen, dosis kedua mencapai 58 persen dan bahkan vaksin penguat, booster juga sudah kita suntikkan dan kita sudah mulai sejak 12 Januari 2022 lalu," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan penanganan pandemi yang semakin baik harus digunakan untuk memberikan optimisme yang lebih besar kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk melanjutkan aktivitas ekonomi. Namun Jokowi kembali mengingatkan hal itu harus dibarengi kewaspadaan terhadap penyebaran COVID-19.

"Meski kinerja ekonomi sektor riil terus membaik tapi kita harus tetap waspada terhadap perkembangan pandemi COVID-19, utamanya varian Omicron dan dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kelangkaan pangan, kelangkaan energi, kelangkaan kontainer, kenaikan inflasi, kenaikan harga produsen. Saya kira persoalan-persoalan ini harus kita cermati karena dampaknya ada pada negara kita," ujar Jokowi.

Lihat Video: Poin-poin Penting yang Disoroti Jokowi soal Melonjaknya Kasus Omicron

[Gambas:Video 20detik]



(knv/fjp)