Satu RW di Tegal Alur Sempat Banjir 1,2 Meter, Kini Ketinggian Air 40 Cm

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 09:44 WIB
Banjir di Tegal Alur, Jakarta Barat (dok.ist)
Banjir di Tegal Alur, Jakarta Barat (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Banjir masih melanda seluruh RW 02 di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar). Namun banjir tersebut kini perlahan sudah mulai surut.

"Air sudah mulai surut," ujar Ketua RW 02 Krisdiantoro saat dimintai konfirmasi, Kamis (20/1/2022).

Dia menyebut kini ketinggian air di sekitar gang-gang RW 02 hanya tinggal 40 cm. Sedangkan ketinggian air di jalan tinggal 20 cm.

"Tapi pengungsi masih ada dan dapur umum masih tetap melayani warga," kata Krisdiantoro.

Dari sekitar 5.000 warga yang terdampak banjir, masih ada 40 orang yang bertahan di pengungsian. Lokasi pengungsian di RW 02 terbagi menjadi lima titik.

"(Lokasinya di) RPTRA, Masjid Jami Nurul Hidayah, Musala Al Ikhlas, Majelis Umi Yayah, Musala Durotul Abidin," ungkapnya.

Selain itu, bantuan dari Pemkot Jakarta Barat juga sudah diterima oleh RW 02. Bantuan tersebut berupa 10 lembar selimut dan 20 karton mi instan. Bantuan juga datang dari Polsek Kalideres, di antaranya sejumlah makanan kaleng, mi instan, dan makanan ringan.

Diketahui RW 02 di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, seluruhnya terdampak banjir. Bahkan banjir sempat mencapai ketinggian 120 cm.

"Sekarang yang terendam itu RW 02 ada 11 RT dan hampir semuanya terendam dengan ketinggian air ada yang 60-120 cm. Ketinggian 120 cm itu ada di wilayah RT 01, yang lain mayoritas 80-60 cm," ujar Krisdiantoro saat ditemui di pos RW 02, Jakbar, Rabu (19/1/2022).

Dia menyebut sampai saat ini genangan air di wilayah tersebut masih tinggi. Menurut dia, kondisi ini terjadi akibat luapan Kali Semonggol.

"Iya kiriman dari Semonggol dan sifatnya air ini hanya berputar dan nunggu aliran sampai ke laut itu agak kering dari laut sana," kata Krisdiantoro.

Dia menyebut air mulai naik sekitar pukul 02.30 WIB dan saat itu dia mulai membangunkan satu per satu warganya dan menawarkan untuk mengungsi. Namun, dari sekitar 5.000 jiwa warganya, hanya sekitar 72 yang memilih tidur di posko pengungsian.

"Karena tempat pengungsian menurut mereka jauh karena ada yang di wilayah RT 02, RT 05, sedangkan titik pengungsian itu di RPTRA itu lokasi di RT 8," jelasnya.

"Kurang-lebih kalau terdampak secara langsung sih 1 RW ya ada 11 RT, kira-kira ada 5.000 jiwa warga," sambungnya.

Simak juga Video: Anies Klaim Banjir di Jakarta 18 Januari Bisa Ditangani Cepat

[Gambas:Video 20detik]



(ain/dwia)