Tuntutan Jaksa ke Polisi Terdakwa Jual Sabu: Hukum Mati-Penjara Seumur Hidup

Perdana Ramadhan - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 21:58 WIB
Suasana sidang tuntutan terhadap kasus Polisi jual sabu sitaan di Sumut. (Perdana Ramadhan/detikcom)
Suasana sidang tuntutan terhadap kasus polisi jual sabu sitaan di Sumut. (Perdana Ramadhan/detikcom)
Tanjungbalai -

Kasus 11 terdakwa mantan polisi yang jual sabu hasil tangkapan di Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut), memasuki babak tuntutan. Dua orang dituntut hukuman mati dan sembilan orang dipenjara seumur hidup.

"Hari ini kita bacakan 12 tuntutan perkara narkotika. Adapun 11 tuntutan kepada aparat penegak hukum dan 1 orang merupakan PHL (pekerja harian lepas) di Satuan Polair," kata jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Asahan, Rikardo Simanjuntak, kepada wartawan, Rabu (19/1/2022).

Tuntutan hukuman mati diberikan kepada Tuharno mantan personel Polri di Satuan Polair Polres Tanjungbalai, dan Wariono mantan Kanit Narkoba. Keduanya memiliki peran viral dalam menyisihkan total 19 kg sabu hingga menjualnya.

Menurut JPU, kedua terdakwa terbukti melanggar dakwaan pertama Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kedua, Pasal 137 huruf b UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP dan ketiga Pasal 137 huruf a UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Kemudian 9 polisi yang dituntut penjara seumur hidup ialah Khoiruddin, Syahril Napitupulu, Agus Ramadhan Tanjung, Hendra Tua Harahap, Rizky Ardiansyah, Agung Sugiarto Putra, Josua Samaoso Lahagu, Kuntoro, dan Leodardo.

Sembilan terdakwa ini terbukti melanggar Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara seorang terdakwa di luar 11 polisi dituntut hukuman 15 tahun penjara bernama Hendra.

"Seorang terdakwa kami tuntut 15 tahun penjara ini bernama Hendra dia merupakan PHL, bukan aparat penegak hukum. Kemudian yang bersangkutan ini adalah justice collaborator yang membantu mengungkap perkara ini sejak awal persidangan terhadap seluruh terdakwa lainnya," jelas Rikardo.

Menurut jaksa, banyak hal yang memberatkan terdakwa diantaranya para terdakwa menikmati hasil dari perbuatannya, terdakwa telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai aparat penegak hukum, dan tidak kooperatif dalam proses persidangan.

"Sementara hal yang meringankan tidak ditemukan," ujarnya.

Selain 12 tuntutan yang dibacakan pada hari ini, tambah Rikardo, sebelumnya jaksa memberi tuntutan hukuman mati kepada dua nelayan yang menjemput seluruh sabu tersebut dari Malaysia sebelum akhirnya ditinggalkan begitu saja secara tak bertuan hingga akhirnya ditemukan oleh Polisi.

"Sebelumnya ada dua nelayan atas nama Supandi dan Hasanul Arifin juga dituntut mati," kata dia.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.