PT Banda Aceh Perberat Vonis 5 Penyelundup 343 Kg Sabu Jadi Hukuman Mati

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 15:15 WIB
ilustrasi hukum
Ilustrasi Hukum (Dok. detikcom)
Aceh -

Pengadilan Tinggi Banda Aceh memperberat hukuman 5 anggota sindikat penyelundupan 343 kilogram sabu menjadi vonis mati. Mereka sebelumnya dihukum seumur hidup.

Kelima terdakwa yang divonis mati adalah Faisal, Edi Saputra, Muhammad Anwar, Agus Salim, dan Murdani. Vonis itu diketuk majelis hakim Pengadilan Tinggi Banda Aceh yang diketuai Zulkifli.

Hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta secara tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram.

"Majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana mati," kata Kajari Bireuen Mohamad Farid Rumdana kepada wartawan, Rabu (19/1/2022).

Farid mengatakan kelima terdakwa terbukti menyelundupkan 343 kilogram sabu yang dikemas dalam 343 kotak plastik putih. Mereka disebut tidak terima dengan putusan Pengadilan Negeri Bireuen sehingga mengajukan permohonan banding.

Sidang putusan di PN Bireuen dibacakan majelis hakim pada 25 November 2021. Mereka disebut divonis dengan hukuman penjara seumur hidup.

"Putusan banding tersebut memperkuat tuntutan jaksa penuntut umum pada saat sidang tuntutan 16 November 2021 yang lalu, namun terdakwa Faisal divonis lebih tinggi dari tuntutan," jelas Farid.

Pada sidang tingkat pertama, Faisal dituntut hukuman seumur hidup. Dalam kasus itu, terdakwa Nurman masih menunggu putusan banding. Dia sebelumnya divonis dua tahun penjara.

"Totalnya ada enam terdakwa yang mengajukan banding," kata Farid.

Untuk diketahui, keenam terdakwa menyelundupkan sabu ke Bireuen pada Rabu, 27 Januari 2021. Para terdakwa punya peran berbeda dalam bisnis barang haram tersebut.

Sabu disebut diambil di tengah laut dari kapal yang tidak dikenal terdakwa. ABK kapal pemasok disebut warga negara asing.

Para terdakwa ditangkap polisi di sejumlah lokasi. Penyelundupan sabu itu disebut dikendalikan Agus Salim yang berada di LP Kelas IIA Lhokseumawe.

(agse/mud)