Nusantara Ibu Kota Baru Indonesia Jadi Buah Bibir Media Mancanegara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 21:37 WIB
Ibu Kota Negara Indonesia yang baru sudah diputuskan pemerintah dengan nama Nusantara. Bagaimana sejarah nama Nusantara?
Ibu Kota Negara Indonesia yang baru (Foto: dok. screenshot)

Dalam artikelnya, The Guardian turut menuliskan perpindahan ibu kota ini dengan harapan beban Jakarta sebagai kota berpenduduk 10 juta jiwa yang terkenal macet, sering dilanda banjir, dan merupakan salah satu kota yang paling cepat tenggelam di dunia akibat pengambilan air tanah yang berlebihan, dapat berkurang.

"Sebagian wilayah Jakarta Utara mengalami penurunan sekitar 25 cm per tahun, karena penurunan tanah-termasuk bahkan tembok laut yang dirancang sebagai penyangga bagi masyarakat," tulis The Guardian.

Media asal Amerika Serikat (AS), The Washington Post; Bloomberg; kantor berita Arab Saudi, Al Arabiya; lembaga penyiaran Jerman, Deutsche Welle (DW); media asal Jepang, Nikkei Asia; hingga koran asal Singapura, The Straits Times juga menyoroti Nusantara.

"Indonesia Menamai Ibu Kota Baru 'Nusantara' Saat DPR Menyetujui Perpindahan," demikian judul Nikkei Asia.

Sementara, South China Morning Post menyoroti Nusantara dalam artikel berjudul 'Saat Indonesia menamai ibu kota barunya yang bernilai US$34 miliar sebagai 'Nusantara', para kritikus yang berpikiran historis mengatakan itu 'sulit untuk melihat idenya'.

Kepala Otorita

Wacana soal kepala otorita ibu kota negara (IKN) mencuat seiring pengesahan Undang-Undang IKN. Presiden Jokowi mengungkap kriteria calon pemimpin ibu kota yang bernama Nusantara itu.

"Paling tidak pernah memimpin daerah dan punya background arsitek," kata Presiden Jokowi saat bertemu dengan beberapa pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Jawaban Jokowi membuat peserta pertemuan berasumsi ke sosok kepala daerah tingkat I berlatar belakang arsitek yang merupakan orang Sunda. Namun saat ditanya lebih jauh, Jokowi hanya tersenyum.

Jokowi juga berbicara tentang pemilihan nama Nusantara untuk IKN. Dia mengatakan nama tersebut tak serta merta dipilih karena pendapat pribadinya, namun juga sudah menampung aspirasi sejumlah pihak.


(gbr/eva)