Menakar Plus Minus Keberadaan 34 Staf Khusus Gubernur Sulut

Trisno Mais - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 21:10 WIB
Dosen Fispol Unsrat Manado Dr Ferry D Liando (dokumen istimewa)
Foto: Dosen Fispol Unsrat Manado Dr Ferry D Liando (dokumen istimewa)
Manado -

Keputusan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menunjuk 34 staf khusus menjadi topik hangat karena jumlahnya banyak. Plus minus keberadaan para staf khusus itu dinilai perlu ditakar matang-matang.

Dosen fakultas ilmu sosial dan politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Dr Ferry D Liando ikut buka suara dengan kebijakan Gubernur Olly Dondokambey. Ferry menyarankan jabatan staf khusus perlu ditata secara baik agar angka yang banyak tidak mubazir.

"Sebetulnya jika berfungsi dengan baik, soal jumlah tidak masalah," kata Ferry saat berbincang dengan detikcom, Rabu (19/1/2022).

Dikatakan Ferry, staf khusus akan sangat bermanfaat jika mereka memiliki tugas, kewenangan dan fungsi yang jelas karena honor-honor yang bersumber dari anggaran daerah juga harusnya memiliki output yang berbanding lurus terhadap kebutuhan dan kepentingan daerah.

"Pemerintah menerapkan kebijakan money follow function. Artinya setiap penggunaan keuangan harus memiliki dampak pada kepentingan publik," kata Ferry.

Ferry juga menyinggung langkah kedua yang perlu dilakukan Olly adalah mencegah terjadinya tumpang-tindih antara tugas-tugas staf khusus dengan perangkat daerah lainnya.

"Jika tumpang-tindih terjadi maka akan sangat mengganggu tata kelola birokrasi," katanya.

Jika job description atau tugas dan fungsinya tidak ditetapkan, lanjut Ferry, maka puluhan staf khusus yang telah diangkat gubernur bakal frustasi karena memiliki jabatan dan tunjangan tapi tidak ada sesuatu yang dibuat.

Oleh sebab itu, mantan ketua jurusan ilmu pemerintahan Fispol Unsrat itu menyarankan perlu ada aturan yang baku tentang fungsi dan kewenangan para staf khusus tersebut. Mereka dinilai harus tahu betul tujuan keberadaan mereka di Pemprov Sulut.

"Untuk mengantisipasi ketiga hal itu pihak BKD sekiranya perlu merumuskan apa yang menjadi job description mereka tentang apa yang menjadi tugas staf khusus secara keseluruhan dan apa yang menjadi tugas masing-masing individu," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Olly Dondokambey resmi menunjuk 34 staf khusus yang diklaim untuk mendorong pembangunan di daerah. Penunjukan 34 staf khusus tersebut berdasarkan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Nomor 5 Tahun 2022 tanggal 3 Januari 2022 tentang Penunjukan Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2022.

"Harapannya staf khusus ini mampu memberikan penguatan termasuk memberikan masukan bagi pemerintah daerah sesuai dengan bidang kerjanya," ujar Wagub Steven Kandouw usai menyerahkan surat keputusan kepada 34 staf khusus di Manado, dikutip dari Antara, Rabu (19/1/).

Penunjukkan 34 staf khusus tersebut diketahui sudah memasuki masa kerja tahun keenam. Para staf khusus ini kemudian diminta bekerja lebih baik. Paling tidak, staf khusus ini diharapkan mengelaborasi bidang kerja masing-masing hingga dapat memberikan sumbangan pemikiran yang efektif.

"Saya yakin dengan latar belakang yang luar biasa, pengalaman-pengalaman yang luar biasa, serta jam terbang yang sudah ada, staf khusus ini mampu memenuhi harapan-harapan itu," kata Steven.

Lihat juga video 'Bupati Talaud Belum Dilantik, Kemendagri Panggil Gubernur Sulut':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/mud)